Artikel Pilihan Editor

Babak Baru, Semua Buruh Pelabuhan Panjang Bakal Punya Rumah

Bandar Lampung (Lampungpro.com): Babak baru penyediaan rumah bagi buruh Pelabuhan Panjang dimulai. Kini, setiap bulan satu per satu buruh Pelabuhan Panjang bakal punya rumah. Paling tidak, empat hingga delapan buruh setiap bulan akan menerima kunci sebagai tanda sah pemilih rumah di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan.

Memang, cita-cita yang dicanangkan sejak tahun 2014 itu sempat tersendat akibat kemacetan pembayaran dari pihak anemer ke Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang yang berimbas pada macetnya pembayaran ke pengembang PT Duta Hidup Lestari. Akibatnya, hingga 2019 baru 106 rumah yang selesai dan diserahkan ke buruh.

Namun semua itu bakal tidak terjadi lagi. Semua bermula ketika Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Provinsi Lampung H. Jasril Tanjung dan Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Panjang, Sainin Nurjaya, disaksikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otorisasi Pelabuhan Kelas I Panjang, Pranyoto, menandatangani kesepakatan bersama kenaikan upah buruh Pelabuhan Panjang naik 8% pada Selasa 5 Maret 2019 lalu.

Kesepakatan ini merupakan babak baru penyediaan rumah yang pasti bagi buruh. Tidak ada lagi dana perumahan nyankut di anemer atau supervisi. Kenaikan 8% itu benar-benar untuk perumahan buruh. Kesepakatan itu mulai dilaksanakan 5 April 2019 atau sebulan setelah ditandatangani.

Kesepakatan ini,juga merupakan jalan keluar yang diambil APBMI Lampung berdasarkan rapat pada 16 Januari 2019. Dengan sistem pembayaran baru ini, membuat dana terkumpul mencapai Rp400 juta-Rp500 juta per bulan, dari sebelumnya Rp300 juta. Menurut Direktur PT Daya Hidup Lestari, Tamzil, dengan sistem baru pembayaran itu, dana perumahan bakal tidak ada masalah lagi. Sehingga pihaknya menargetkan empat hingga delapan unit rumah selesai sebulan.

Dengan demikian, dalam tenggat waktu 9 tahun target 1.000 unit rumah dapat tercapai. Saat ini terdapat 980 anggota TKBM Pelabuhan Panjang. Mereka berusia 18-55 tahun dan tinggal mengontrak rumah di sekitar pelabuhan. Umumnya berdomisili di Kelurahan Panjang Utara dan Kelurahan Panjang Selatan. Dengan terbangunnya perumahan ini, jarak ke Pelabuhan Panjang sekitar 3 kilometer. (ASYIHIN/PRO4)


Artikel Terkait

Comments