Artikel Pilihan Editor

Akhir Januari, Ketua NU Lampung Ajak Umat Shalat Gerhana
Gerhana merupakan fenomena langka yang menandakan kebesaran Tuhan. | IST/Lampungpro.com
Gerhana merupakan fenomena langka yang m...

Akhir Januari, Ketua NU Lampung Ajak Umat Shalat Gerhana

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Gerhana merupakan fenomena langka yang menandakan kebesaran Tuhan. Umat muslim yang melihat gerhana disunnahkan melaksanakan shalat gerhana. Berdasarkan Surat Edaran Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Negeri Walisongo, pada Rabu (31/1/2018) akan terjadi gerhana bulan.

Surat Edaran bernomor 07/SEGB/I/2018 itu merujuk pada hasil perhitungan astronomi Tim Observasi Bulan S2 Ilmu Falak UIN Walisonomgo, Semarang. Pada tanggal tersebut akan terjadi gerhana bulan total dengan awal gerhana pada pukul 18:48:22 WIB, awal total 19:51:42 WIB, puncak gerhana 20:29:46 WIB, akhir total 21:07:51 WIB, dan akhir gerhana 22:11:11 WIB.

Atas fenomena yang akan terjadi ini, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung K.H R.M Soleh Bajuri mengajak umat muslim di Lampung melakukan shalat gerhana bulan, atau disebut Khusuful Qamar. "Sikapi dengan perbanyak dzikir, ibadah, dan amal shaleh," kata Soleh saat dihubungi Lampungpro.com melalui telepon, Jumat (12/1/2018).

Ia mengungkapkan shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat dengan dua kali ruku' dan dua kali sujud pada tiap rakaatnya. Usai ruku' pertama dari setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah dan surat kembali. "Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang dari surat kedua, begitu juga pada rakaat kedua," kata dia.

Soleh pun menjelaskan usai shalat gerhana bulan, disunnahkan untuk berkhotbah. Selain itu, kata Soleh, hal yang perlu diperhatikan ialah soal ruku'. Ruku' pertama pada rakaat pertama lebih panjang dari yang kedua. Pada ruku' pertama membaca tasbih dengan perkiraan lama sama dengan membaca seratus ayat surat Al-Baqarah. Sementara ruku' kedua dengan lama kira-kira delapan puluh ayat Surat Al-Baqarah.

Sementara, pada rakaat kedua, ruku' pertama membaca tasbih dengan lama kira-kira sama dengan tujuh puluh ayat surat Al-Baqarah. Untuk ruku' kedua, dengan lama diperkirakan sama dengan membaca lima puluh ayat surat Al-Baqarah. "Ini sesuai keterangan pada kitab-kitab madzhab Syafi'i," ujar Soleh.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena langka ini. Karena, kata dia, gerhana bulan merupakan fenomena yang menunjukkan kebesaran Allah. "Shalat, dzikir, banyak ibadah, karena ini menunjukkan kebesaran Allah," kata dia. (SYAHREZA/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait