Artikel Pilihan Editor

Zona Bahaya Gunung Agung Bali Turun dari 10 KM Jadi 6 KM
Zona bahaya Gunung Agung Bali Turun dari 10 kilometer menjadi 6 kilometer. | SPORTO/Lampungpro.com
Zona bahaya Gunung Agung Bali Turun dari...

Zona Bahaya Gunung Agung Bali Turun dari 10 KM Jadi 6 KM

BALI (Lampungpro.com): Batas zona bahaya untuk beraktivitas di wilayah Gunung Agung menjadi 6 KM. Keputusan yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diambil berdasarkan pada pengamatan teknis vulkanologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Saat kunjungan kerjanya, Menteri ESDM, Ignasius Jonan menegaskan ketika badan geologi menurunkan atau mengurangi radius awas dari 8-10 KM menjadi 6 KM itu berdasarkan pengamatan-pengamatan dan perhitungan teknis vulkanologi. Pada kesempatan yang sama, Jonan mengajak kepala BNPB, Willem Rampangilei guna merancang lebih lanjut mitigasi bencana terutama bagi para pengungsi.

Terkait penanganan dampak dari hasil rekomendasi PVMBG, Kepala BNPB telah melakukan berbagai upaya termasuk membangun early warning system dengan melalukan pengungsian di 10 desa. "Ada 10 desa yang harus diungsikan atau kalau kita total sebanyak 32.666 jiwa. Ini kita tata kembali bagaimana penanganannya termasuk dukungan logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan dan sebagainya," kata Willem.

Ke-10 desa  yang masuk dalam radius bahaya 6 KM yaitu Desa Besakih, Ban, Dukuh, Kubu, Baturinggit, Datah, Nawakerti, Buana Giri, Jungutan dan Sebudi. Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental hingga 10 Januari 2018 pukul 23.59 waktu setempat, Gunung Agung secara keseluruhan nampak jelas tertutup kabut.

Masyarakat yang berada di luar radius 6 km beraktivitas seperti biasa namun agar tetap menjaga kewaspadaan. Hal ini dikarenakan zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual. (**/PRO2)

 


Komentar

Artikel Terkait