Artikel Pilihan Editor

Hafal Alquran Minimal Satu Juz, ASN Tanah Datar Diberangkatkan Umrah
Penghargaan beribadah umrah ke Tanah Suci Makkah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), yang mampu menghafal Alquran minimal satu juz atau 25 surat pendek. | IST/Lampungpro.com
Penghargaan beribadah umrah ke Tanah Suc...

Hafal Alquran Minimal Satu Juz, ASN Tanah Datar Diberangkatkan Umrah

 

BATUSANGKAR (Lampungpro.com): Penghargaan beribadah umrah ke Tanah Suci Makkah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), yang mampu menghafal Alquran minimal satu juz atau 25 surat pendek. Itu merupakan bentuk dukungan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sebagai kabupaten Tahfiz dan menciptakan masyarakat yang gemar membaca Alquran.

"Tak hanya ASN, sebelumnya, pemerintah daerah juga telah memberangkatkan umrah bagi pelajar yang sudah hafal Alquran hingga 25 juz melalui kerjasama dengan para perantau dan salah satu biro perjalanan umrah dan haji di Batusangkar," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tanah Datar Afrizon, Kamis (11/1/2018).

Ia menyampaikan, bagi ASN yang ingin masuk program ini pendaftaran telah dibuka sampai 12 Februari 2018 dan akan dilakukan proses seleksi pada 15 Maret 2018 di Gedung Islamic Center Pagaruyung. Sementara, Sekretaris Daerah Tanah Datar Hardiman menyampaikan, pemerintah daerah mempunyai komitmen menjadikan Tahfiz Alquran menjadi program utama dan diharapkan setiap nagari (desa adat) memiliki satu Pondok Tahfiz.

"Generasi muda yang telah Hafiz Alquran tentu dapat membentengi dirinya dari pengaruh yang tidak baik dalam kehidupannya, mereka tentu mempunyai kepribadian kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif di lingkungan sekitarnya," kata dia.

Ia mengharapkan agar ASN bukan sekedar hafal ayat Alquran semata, tapi harus memahami isi kandungannya sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau hanya sebatas hafalan, sudah banyak yang hafal, namun yang terpenting adalah memahami kandungannya karena merupakan tuntunan hidup bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupannya," kata dia. (**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait