WHO Klarifikasi Kecanduan Game Dapat Sebabkan Gangguan Mental
Anggota Departemen Kesehatan Mental WHO dan Penyalahgunaan Zat, Vladimir Poznyak mengatakan tentang pentingnya mengenali kecanduan game sebagai isu penting. | DAKWATUNA/Lampungpro.com
Anggota Departemen Kesehatan Mental WHO ...

WHO Klarifikasi Kecanduan Game Dapat Sebabkan Gangguan Mental

JAKARTA (Lampungpro.com): World Health Organization (WHO) akan segera mengklasifikasikan kencanduan game sebagai kondisi gangguan mental untuk pertama kalinya. Manual Diagnostik yang diterbitkan oleh WHO, yaitu The International Classification of Diseases akan dirilis edisi terbaru pada tahun depan. Edisi terakhir yang diterbitkan 27 tahun lalu pada 1990.

Dalam edisi terbarunya nanti mencakup gangguan kecanduan game sebagai kondisi kesehatan serius yang perlu dipantau. Kata gangguan memang belum terungkap, namun dilaporkan draf New Scientist menguraikan kritertia untuk menentukan apakah seseorang dapat digolongkan sebagai memiliki kecanduan game.

Anggota Departemen Kesehatan Mental WHO dan Penyalahgunaan Zat, Vladimir Poznyak mengatakan tentang pentingnya mengenali kecanduan game sebagai isu penting. “Profesional kesehatan perlu mengenali bahwa gangguan permainan mungkin memiliki konsekuensi kesehatan yang serius,” ujarnya dilansir dari independet, Selasa (26/12/2017).

Kebanyakan orang yang bermain video game tidak memiliki kelainan, sama halnya orang yang minum alkohol juga tidak mengalami gangguan. “Namun, dalam keadaan tertentu yang berlebihan dapat menyebabkan efek buruk,” kata dia.

Tahun lalu, periset dari Institut Universitas Oxford melakukan penelitian presentasi gamer yang kecanduan video game. Hasilnya yang dipublikasikan oleh American Journal of Psychiatary menemukan bahwa hanya dua sampai tiga persen dari 19.000 pria dan wanita di Inggris, AS, Kanada, dan Jerman mengalami lima atau lebih gejala dari Psikiatri Amerika.

Beberapa tahun yang lalu, APA membuat daftar sembilan gejala standar yang bisa menentukan kecanduan game. Gejala ini meliputi kecemasan, penarikan diri, dan perilaku antisosial. “Sepengetahuan kami, ini adalah temuan pertama dari proyek berskala besar untuk menghasilkan bukti kuat mengenai potensi masalah baru dalam kecanduan game,” ujar penulis utama dari studi University of Oxford dr. Andrew Przybylski.

Penelitian memang tidak menemukan kaitan yang jelas antara potensi kecanduan dan efek negatif terhadap kesehatan. Namun, lebih lanjut yang didasarkan pada praktik ilmiah terbuka  dan kuat diperlukan untuk mengetahui apakah permainan sama adiktifnya dengan banyak ketakukan.

Sementara, lainnya berdebat apakah game merupakan ancaman bagi kesehatan mental, jumlah waktu yang dihabiskan banyak orang untuk bermain video game sangat mencengangkan. Ketika para peneliti ESET mengumpulkan 500 gamer, mereka menemukan bahwa 10 persen mengaku menghabiskan antara 12 dan 24 jam terpaku pada layar video game mereka. “Game sangat adiktif dan tidak mengherankan jika begitu banyak responden dari studi kami mengaku bahwa mereka telah bermain terlalu lama,” kata spesialis keamanan di ESET Mark James. (**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait