Artikel Pilihan Editor

Dibantu Anggota Polisi, Tony Bisa Hasilkan Karya Bernilai Jual Tinggi
Tony, warga Desa Brajasakti, Kecamatan Wayjepara, sedang menyelesaikan meja ukir bermotif satwa. | SUSANTO/Lampungpro.com
Tony, warga Desa Brajasakti, Kecamatan W...

Dibantu Anggota Polisi, Tony Bisa Hasilkan Karya Bernilai Jual Tinggi

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Memiliki keterampilan seperti yang dimiliki Toni (33), dengan mengolah akar pohon dengan ukiran berbagai jenis satwa menjadi nilai jual yang menggiurkan. Bahkan, harga satu meja bisa menembus angka Rp15 juta.

Saat ditemui Lampungpro.com, Kamis (7/12/2017), di tempat kerjanya, pria yang tinggal di Desa Brajasakti, Kecamatan Wayjepara, sedang menyelesaikan sebuah meja ukir pesanan konsumen. Pria anak satu ini bisa menyelesaikan satu meja  dalam waktu 1 sampai 1,5 bulan. “Kalau lama buatnya tergantung besar kecil mejanya dan rumit tidaknya,” kata Toni.

Meja yang diolah berbahan baku dari akar pohon besar, terutama kayu jati. Pahatan yang dibentuk rata-rata binatang dengan berbagai jenis dan motif-motif pendukung. Ada pula satu meja dibentuk dengan bentuk naga. Yang menjadi kendala, kata Toni, pemasarannya dan modal.

Soal pemasarannya baru hanya sebatas antar-kawan  seputaran Wayjepara. Tony menginginkan Pemkab Lampung Timur bisa membantu memasarkan karya pahatannya. Menurut dia, persoalan modal masih tergantung dengan orang lain, artinya orang memberikan modal dengan sistem bagi hasil. “Ya, modalnya saya dibantu pak Yudi, seorang anggota polisi. Nanti, saya diupah per meja Rp1 juta hingga Rp2 juta,” kata dia.

Dengan bantuan dana (modal) dari seorang anggota Polsek Wayjepara bernama Yudhi, Tony bisa menyalurkan keterampilannya sebagai pemahat dan mendapatkan keuntungan. “Kalau nggak dimodali pak Yudi, ya gak pernah buat seperti ini,” kata dia. (SUSANTO/PRO2)

 


Komentar

Artikel Terkait