Artikel Pilihan Editor

Arief Hartawan: Tugas ke Lampung itu Mulang Tiyuh

Bertugas di Provinsi Lampung bagi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), bagi Arief Hartawan, bukan hanya memenuhi panggilan tugas, tapi mulang tiyuh alias pulang kampung. "Meskipun bukan kelahiran Lampung, tapi keluarga besar saya di Lampung. Istri saya orang Lampung Utara. Mertua dari Pagar Dewa," kata Arief saat memperkenalkan diri kepada peserta fokus group discussion soal tapis, di Negeri Katon, Pesawaran, pekan lalu.

Tanah Lado Lampung memang bukan daerah asing bagi alumnus 1998 Williams College, Massachusetts, Amerika Serikat ini. Ilmu ekonomi yang mengantarnya bekerja di Bank Indonesia dia timba di Fakultas Ekonomi Universitas Lampung pada 1988. Berbekal itu, Lampung bagi Arief bukan hutan rimba yang harus dipelajari dari awal.

"Saya mengerti denyut ekonomi masyarakat Lampung yang bersandar pada usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Sektor ini harus dapat perhatian lebih besar dari semua pihak. Anggaran pengembangannya harus diperbesar. Saya selalu berpesan, kalau pemda sulit cari dana pembangunan, ya jangan persulit izin. Buat perizinan yang murah dan mudah agar investasi UMKM menggeliat," kata Arief.

Selama bertugas di Lampung, Arief menargetkan akan mengerahkan kemampuan terbaiknya mendorong sektor UMKM. "Lampung ini kampung saya juga. Apa yang BI bisa perbuat, akan kami lakukan. Sudah banyak UMKM yang dibantu seperti sentra ikan asin di Pulau Pasaran, sentra kambing di Tanggamus, hingga Lampung Tengah. Sekarang bagaimana tapis di Negeri Katon ini dikenal lebih luas," kata Arief yang juga alumnus SMA Negeri 28 Jakarta ini. (PRO1)


Komentar