Artikel Pilihan Editor

Dendi Romadhona: Belajar 'Nyucuk' Demi Tapis Pesawaran

Kecintaannya terhadap kain tenun khas Lampung tapis, tak hanya dengan mengoleksi dan memakainya. Bupati Pesawaran Dendi Romadhona bahkan belajar langsung bagaimana nyucuk alias menenun tapis di Negeri Katon, Pesawaran.

Hasil kursus ke ibu-ibu perajin itu, membuat Dendi tak hanya paham bagaimana membuat tapis, tapi bagaimana keseharian perajin. "Membuat tapis itu harus tenang. Ngak bisa habis ribut sama suami bisa nyucuk," kata Dendi disambut gelak tawa kaum ibu perajin tapis di Aula Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran, Rabu (24/1/2017).

Dendi yang menjabat Bupati sejak sejak 17 Februari 2016 ini, mengaku total mengembangkan tapis. Serangkaian kebijakan pun dia lakukan agar tapis Negeri Katon mengglobal. Saat berbicara soal tapis, Dendi tak hanya fasih menyampaikan pembuatannya, bahkan hafal alat-alat tenunnya. "Ini namanya tekang alat merentangkan kain tapis pada saat akan menyulam dengan benang emas atau perak," kata pria kelahiran 8 Juli 1983.

Suami Nanda Indira Bastian ini pun menyebutkan beberapa alat tenun tapis seperti sesang yang digunakan untuk menyusun benang, tarikan yang digunakan untuk menggulung benang, hingga kusuran yang digunakan untuk memisah dan menyusun benang tenun.

"Saya berharap ibu-ibu perajin tapis dapat mewariskan ilmunya generasi muda karena belajar menenun ini turun temurun. Anak-anak muda juga jangan malu belajar tapis. Saya menantang para desainer mengeksplorasi tapis sebagai busana sehari-hari," kata Dendi yang juta Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung itu. (PRO1)


Komentar