Artikel Pilihan Editor

Tokoh Lintas Agama Lampung Deklarasikan Dukungan pada Keutuhan NKRI
Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesi (ICMI) Wilayah Lampung, Yusuf Sulfarano Barusma, mewakili para tokoh lintas agama dan budaya menyerahkan deklarasi ke Kapolda Lampung Irjen Sudjarno dan Kepala Kesbang Linmas Provinsi Lampung Irwan Sihar Marpaung. | AMIRUDDIN SORMIN/Lampungpro.com
Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesi...

Tokoh Lintas Agama Lampung Deklarasikan Dukungan pada Keutuhan NKRI

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Para tokoh lintas agama, suku, dan budaya se-Provinsi Lampung menolak berbagai upaya separatisme, radikalisme, dan terorisme yang merongkong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan itu ditandatangani oleh ratusan tokoh dan masyarakat di Universitas Bandar Lampung, Jumat (19/5/2017).

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesi (ICMI) Wilayah Lampung, Yusuf Sulfarano Barusma, mewakili para tokoh lintas agama dan budaya menyerahkan deklarasi ke Kapolda Lampung Irjen Sudjarno dan Kepala Kesbang Linmas Provinsi Lampung Irwan Sihar Marpaung, mewakili pemerintah. "Ini merupakan sikap masyarakat Lampung demi menjaga kedaulatan NKRI," kata Yusuf Barusman.

Deklarasi tersebut dihasilkan dari dialog kebangsaan bertema 'Merajut dan menjaga keindonesiaan' yang digelar ICMI Lampung, dalam rangka peringatan 109 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Dialog yang dipandu Pemimpin Redaksi Lampungpro.com Amiruddin Sormin ini, juga sepakat membentengi Lampung dari pengaruh separatisme yang kini menggejala. "Kami menolak pengaruh separatisme karena Lampung adalah Indonesia mini yang Bhinneka Tunggal Ika," kata Wakil Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Lampung, Hardianto Luke.

Dialog menghadirkan berbagai elemen bangsa yang ada di Lampung seperti Majelis Bhudyana Indonesia (BMI), PSMTI, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Perwalian Umat Bhuda Indonesia (Walubi), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung. Selain itu, organisasi kesukuan seperti Bunda Kadung dan Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Lampung. Dialog juga dihadiri Korem 043/Garuda Hitam yang diwakili Kasintel Letkol Inf. JP. Sipayung.

Pada sesi dialog, Kapolda Irjen Sudjarno berharap dukungan ICMI kepada pemerintah dan Polri dalam penegakan hukum, terutama tindakan terhadap kelompok yang berupaya memecah belah bangsa. Terlebih kepada yang berupaya mengganti ideologi Pancasila. "Apabila Indonesia menganut idiologi berdasarkan agama, akan memecah belah bangsa di tengah keberagaman. Kami juga berharap ICMI berperan memberi pemahaman kepada umat Islam untuk bijak dan hati-hati dalam penggunaan media sosial," kata Kapolda.

Dalam menciptakan Indonesia damai, menurut Ketua FKUB Lampung, Damrah Khair, adalah mendamaikan diri sendiri. Dia meminta kerukunan umat yang tercapai di Lampung tidak terusik provokasi dari luar. "Lampung memiliki kearifan sendiri dalam menyelesaikan masalah. Damaikan dulu diri sendiri, baru mendamaikan orang lain," kata Damrah Khair. (PRO1)


Artikel Terkait

Komentar