(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Dihadiri 1.300 Jurnalis Mancanegara, Indonesia Tuan Rumah Hari Kebebasan Pers Dunia
Menteri Kominfo Rudiantara saat berbicara kepada pers pada Hari Pers Nasional di Ambon, Maluku, 8 Februari 2017. LAMPUNGPRO.COM/AMIRUDDIN SORMIN
Menteri Kominfo Rudiantara saat berbicar...

Dihadiri 1.300 Jurnalis Mancanegara, Indonesia Tuan Rumah Hari Kebebasan Pers Dunia

JAKARTA (Lampungpro.com): Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bersama Dewan Pers jalan santai sambil mempromosikan peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day/WPFD) yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 1-4 Mei 2017.

Sambil membawa spanduk berwarna biru bertuliskan "World Press Freedom Day 2017", Rudiantara dan puluhan wartawan yang juga mengenakan seragam kaus berwarna biru, berjalan dari Gedung Dewan Pers ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/4/2017), sambil sesekali menyapa warga ibu kota yang berolahraga saat hari bebas kendaraan itu.

"Ini merupakan suatu event yang membanggakan bagi insan pers Indonesia di mana kita menjadi tuan rumah kali ini. Saya ajak teman-teman pers Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut karena rencananya akan hadir 1.300 jurnalis dari dalam dan luar negeri," ujar Rudiantara.

Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah WPFD tahun ini, menurut dia, harus dimanfaatkan untuk menjadikan tatanan pers Indonesia sebagai rujukan bagi negara-negara lain. Rudiantara menuturkan, tatanan pers di Indonesia cukup unik karena hanya diatur oleh undang-undang tanpa ditindaklanjuti dengan peraturan pemerintah. "Undang-undang itu menegaskan bahwa tak ada intervensi pemerintah dalam penyelenggaraan pers di Tanah Air," katanya.

Namun, dia juga mengkritisi bebasnya keterbukaan informasi di Indonesia yang kemudian dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita palsu atau bohong. "Itu yang harus kita tata sama-sama. Artinya keterbukaan dan kebebasan pers harus dibarengi dengan tanggung jawab. Saya sangat mendukung apa yang sedang dilakukan Dewan Pers beserta konstituennya untuk memerangi hoax," ujar Menkominfo.

Mengangkat tema "Critical Minds for Critical Times: Media's Role in Advancing Peaceful, Just, and Inclusive Society", WPFD yang diperingati setiap 3 Mei mengajak wartawan mengevaluasi kebebasan pers di seluruh dunia, mempertahankan media dari serangan terhadap kebebasan mereka, serta memberikan penghormatan kepada wartawan yang telah kehilangan nyawa saat menjalankan profesinya. Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menjelaskan, tema tersebut diangkat sebagai bentuk solidaritas dunia untuk mencegah kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di mana-mana, terutama di Timur Tengah dan Amerika Latin. (ANT/PRO1)


Komentar

Artikel Terkait