Artikel Pilihan Editor

Wisata Sejarah dan Religi Banten jadi Buruan 30 Travel Agent Malaysia

Wisata Sejarah dan Religi Banten jadi Buruan 30 Travel Agent Malaysia

PANDEGLANG (Lampungpro.com)-Sebanyak 30 travel agent asal Malaysia mengejar paket wisata sejarah pada Event perdana Banten Travel Mart (BTM) 2017 yang digelar di Tanjung Lesung Beach Hotel, Pandeglang, Banten 19-21 April.

"Saat yang lain lebih banyak fokus ke Tanjung Lesung, yang dari Malaysia ini justru nguber paket wisata sejarahnya. Mereka bilang karena ada ikatan emosional sejarah antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Banten," ujar PIC Destinasi Tanjung Lesung, Ida Irawati, Kamis (20/4).

Alias Saad, dari Kola Global Holidays and Tours dari Malaysia mengatakan, masyarakat Malaysia mendapatkan pendidikan formal terkait sejarah tanah Melayu sedari pendidikan dasar, termasuk sejarah Indonesia. Sehingga, ada minat khusus untuk mengunjungi langsung apa yang dipelajarinya.

"Kita itu dapat pelajaran sejarah-sejarah Indonesia sejak jaman kerajaan. Kita tahu sejarahnya kerajaan Majapahit, Mataram, Sriwijaya dan lainnya. Di banten banyak juga, sehingga kita ingin mengajak wisatawan yang tertarik sejarah melihat langsung peninhgalannya," kata Alias.

Seperti diketahui, Banten kaya akan potensi wisata sejarah dan religi. Wisata sejarah di Banten menarik karena dari sudut pandang sejarah kawasan itu pernah berjaya karena letaknya yang strategis membuat kapal-kapal pedagang melewati wilayah ini dan menjadikannya pelabuhan terbesar di Indonesia.

Selain itu, Kesultanan Banten yang mengatur wilayah Banten merupakan kerajaan maritim yang mengandalkan perdagangan sebagai sektor utama perekonomiannya. Walhasil,Banten menjadi jalur niaga bagi pedagang dari negara Persia, India, Cina, Vietnam, Filipina dan Jepang.

Meski Kesultanan Banten resmi dihapus pada 1813 oleh pemerintah Kolonial Inggris dengan memaksa Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin turun dari tahta, namun jejak-jejak peninggalannya masih tampak berdiri kokoh hingga saat ini.

Beberapa peninggalan sejarah dan religi tersebut antara lain Menara Masjid Agung Banten, Jejak Sultan Ageng Tirtayasa, Benteng Speekwijk, Keraton Surowowan, Keraton Kaibon serta Vihara Avalokitesvara yang berada dalam satu kawasan Banten Lama.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Banten, Eneng Nurcahyati mendukung mengatakan, untuk pengembangan wisata sejarah dan religi di Banten, pemerintah akan menyelenggarakan beberapa even baik yang berskala lokal dan nasional.

"Nanti ada Seba Baduy 2017, Gebyar Wisata Banten yang akan dilakukan bersamaan dengan Gebyar Wisata Nusantara pada Mei. Banten Beach Festival pada Oktober 2017, serta Cilegon Ethnic Carnival bersamaan dengan Golok Day Festival dan Sail Krakatau pada 27-30 April 2017," ujar Eneng.

Bahkan, kata dia, kuliner Banten pun masih termasuk dalam paket wisata sejarah. Diketahui, Banten memiliki makanan khas Rabek berbahan daging kambing yang merupakan makanan khusus disajikan untuk darah biru kerajaan jaman dahulu.

"Rabek ini dulu tidak sembarangan orang bisa merasakannya. Ini khusus untuk keluarga sultan dan darah biru. Tapi sekarang makanan Rabek bisa dinikmati siapa saja. Biasanya ada yang berjualan di sekitar deatinasi wisata. Nanti juga akan kami promosikan di event Pandeglang Food Festival 28-30 April 2017 nanti," ujar Eneng.

Dalam peta wisata sejarah dan religi, kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Banten punya nama kuat, bahkan sampai di Afrika Selatan. Ada tokoh ulama besar, yang konon masih punya sejarah dengan Banten dan juga Makassar, bernama Syekh Yusuf yang dikenal dan dimakamkan di Cape Town yang disebut-sebut berasal dari Indonesia.


Artikel Terkait

Komentar