(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Pengerukan Pasir Selat Sunda, BKSDA: Jangan Masuk Areal Krakatau
Kondisi Gunung Anak Kratau pada 25 Agustus 2019. LAMPUNGPRO.COM
Kondisi Gunung Anak Kratau pada 25 Agust...

Pengerukan Pasir Selat Sunda, BKSDA: Jangan Masuk Areal Krakatau

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung-Bengkulu mengingatkan agar penambangan pasir di Selat Sunda tidak memasuki kawasan cagar alam Gunung Anak Krakatau (GAK). Pasalnya, koordinat izin usaha pertambangan (IUP) PT Lautan Indah Persada hanya berjarak 5 kilometer (km) dari kawasan konservasi GAK.

"Kapal penyedot pasir itu tidak ada izin dari BKSDA. Kemarin kami memang melihat langsung keberadaan kapal tersebut. Pada 28 Agustus mereka berada di depan dermaga Pulau Sebesi dan pada 29 Agustus mereka berlabuh pada arah timur laut berjarak sekitar 5 km di luar batas kawasan cagar alam dan cagar alam laut Kepulauan Krakatau," kata Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Kepulauan Krakatau BKSDA Lampung-Bengkulu, Syarif, kepada Lampungpro.com, Jumat (30/8/2019).

BACA JUGA: Ada Pengerukan Pasir Hitam di Dekat Krakatau, ini Kata KSOP Bakauheni

Meski beroperasi di luar batas kawasan cagar alam, pihaknya tetap memantau agar tak masuk areal GAK. Pengawasan dilakukan Tim Pengamanan Kawasan. Terkait izin, Syarif mengatakan perusahaan tersebut tak perlu dapat izin dari BKSDA karena IUP-nya berada di luar kawasan GAK. "Perizinan penambangan atau apa pun di luar kawasan cagar alam bukan kewenangan dari BKSDA," kata dia.

Informasi yang diperoleh Lampungpro.com dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni, Lampung Selatan menyebutkan PT Lautan Indah Persada telah mengantongi izin dari Gubernur Lampung dan Kementerian Perhubungan. Titik koordinasi IUP-nya jauh dari GAK yakni 5 mil dan ke Pulau Sebesi 6 mil dengan luas areal 10 hektare.

SIMAK JUGA: Penambangan Pasir Selat Sunda, Pemprov Lampung: Bukan Mengeruk Krakatau

Pasca longsor dan menimbulkan terjangan tsunami di Selat Sunda yang menerpa Banten dan Lampung Selatan, pada Sabtu (22/12/2018) malam, ketinggian GAK kini tinggal 157 meter dari permukaan laut. Menurut data Pos Pengamatan GAK, tingkat aktifitasnya masih di level II atau waspada. Aktivitas masyarakat tidak dibolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait