(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Penambangan Pasir Selat Sunda, Pemprov Lampung: Bukan Mengeruk Krakatau
Kapal penambang pasir saat berlabuh dekat Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Kamis (29/8/2019). LAMPUNGPRO.COM
Kapal penambang pasir saat berlabuh deka...

Penambangan Pasir Selat Sunda, Pemprov Lampung: Bukan Mengeruk Krakatau

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Penambangan pasir di dekat Gunung Anak Krakatau, baru tahap sosialisasi. Penempatan kapal di dekat Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan hanya tempat bersandar paling dekat dengan lokasi izin usaha pertambangan (IUP).

Menurut mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Prihartono, perusahan yang akan menambang pasir laut tersebut yakni PT Lautan Indonesia Persada, mengantongi izin penambangan pasir di Selat Sunda. "Izin pasir laut di Lampung ini ada lima perusahaan. Satu berlokasi di Selat Sunda. Dua berlokasi di Lampung Timur dan dua di Tulangbawang.," kata Prihartono, kepada Lampungpro.com, Jumat (30/8/2019).

Menurut Prihartono yang kini menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung itu, izin yang ada sudah lama dan terbit sejak tujuh tahun lalu. "Kapal yg bersandar di Pulau Sebesi itu bukan mau menambang di Krakatau. Kapal itu mau beroperasi di Selat Sunda, tapi tempat bersandar sementara yang paling dekat dari lokasi IUP itu adalah dermaga di Pulau Sebesi. Bukan mau menambang pasir hitam atau menambang Gunung Anak Krakatau," kata Prihartono.

BACA JUGA: Ada Pengerukan Pasir Hitam di Dekat Krakatau, ini Kata KSOP Bakauheni

Dia menambahkan, berdasarkan informasi yang didapat pihak PT Lautan Indah Persada, sedang sosialisasi dengan masyarakat, makanya kapal masih bersandar di Sebesi. "Mereka akan bergerak ke Selat Sunda jika semua masyarakat menyetujui kegiatan ini. Mereka sekarang sedang sosialisasi kepada masyarakat Pulau Sebesi dan sekitarnya untuk operasi produksi kegiatan penambangan pasir laut di Selat Sunda sesuai koordinat yang ada di dalam IUP," kata Prihartono. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait