(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Ada Pengerukan Pasir Hitam di Dekat Krakatau, ini Kata KSOP Bakauheni
Kapal penambang pasir hitam di dekat Gunung Anak Krakatau, Kamis (29/8/2019) pagi. LAMPUNGPRO.COM
Kapal penambang pasir hitam di dekat Gun...

Ada Pengerukan Pasir Hitam di Dekat Krakatau, ini Kata KSOP Bakauheni

BAKAUHENI (Lampungpro.com): Sejumlah nelayan dan warga sekitar Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, mempertanyakan aktifitas kapal penyedot pasir hitam di dekat Gunung Anak Krakatau. Sejumlah foto yang dikirim warga kepada Lampungpro.com, Kamis (29/8/2019), menyebutkan aktifitas itu mulai tampak pagi hari.

"Perlu dipertanyakan oleh lembaga pemerintah mana izin penyedotan pasir itu dan guna keperluan apa," kata seorang warga kepada Lampungpro.com.

Warga khawatir penyedotan pasir itu dapat merusak terumbu karang dan Gunung Anak Kraktau rontok kembali dan menimbulkan tsunami yang menghantam pesisir Banten serta menerjang Pantai Kalianda, Lampung Selatan, pada Sabtu (22/12/2018) pukul 21.27 WIB.

Konfirmasi yang dilakukan Lampungpro.com kepada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, membernarkan aktifitas kapal penyedot pasir tersebut. Menurut Kepala KSOP Bakauheni, Iwan Syahrial, melalui Petugas Keselamatan Pelayaran, Ferry, aktifitas kapal itu memiliki izin lengkap dari instansi terkait.

"Tidak mungkin kami mengeluarkan izin, jika dokumen perizinannya tidak lengkap. Jika perizinan lengkap dan tidak kami layani, tentu kami kena salah," kata Ferry melalui sambungan telepon.

Sesuai kewenangan, pihak KSOP Bakauheni hanya memberikan izin pergerakan kapal. "Kalau aktifitas untuk mengeruk pasir ada instansi sendiri yang memberikan izin," kata Ferry.

Dia mengakui pihak kapal berkoordinasi dengan KSOP dari sisi keselamatan kapal dan kelaikan kapal. Dia juga mengakui pihak kapal memberikan informasi aktifitasnya adalah penambangan pasir sesuai perizinan yang diberikan.

Namun dia mengaku belum tahu berapa lama aktifitas penambangan pasir itu berlaku. "Izinnya sudah lengkap, makanya kami berani berikan izin. Tetapi jika masyarakat tidak menyetujui, itu di luar batas kewenangan kami," kata dia. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait