(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Hipmi Bandar Lampung Nilai TP4D Kejaksaan Belum Efektif

Hipmi Bandar Lampung Nilai TP4D Kejaksaan Belum Efektif

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada tiga bupati di Lampung, yaitu Bupati Lampung Tengah, Lampung Selatan dan Mesuji bermuara pada satu titik simpul. Ketiga bupati tersebut tersangkut kasus proyek infrastruktur yang sudah kasat mata menjadi lahan pengumpul pundi-pundi kekayaan dalam melanggengkan kekuasaan.

Kurangnya peran inspektorat daerah dalam pengawasan uang rakyat pada pengadaan barang dan jasa membuat Presiden Jokowi membentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Namun, hadirnya TP4D memunculkan konflik kepentingan karena semua proyek yang didampingi lembaga itu tidak bisa diperiksa jika ada penyimpangan. Atas dasar itu, Lampungpro.com kembali menggelar Lampung Bicara bertajuk 'TP4D Kejaksaan, Efektifkah Mengawasi Proyek?' di Hotel Asoka Luxury, Kamis (29/8/2019) siang.

Perwakilan DPC HIPMI Bandar Lampung Adrian mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menyoroti tim TP4D hanya pada saat pelaksanaannya saja. Padahal dalam tugas pelaksanaannya TP4D tugasnya mendampingi pemerintah bukan melindungi kontraktor.

"Bicara kontruksi selama 3 tahun ini, TP4D kerjasama dengan Pemkot Bandar Lampung untuk membantu awasi proyek pembangunan di kota. Tapi saat pelaksanaan di lapangan selama satu tahun berjalan, tim TP4D terjun ke lapangan hanya di titik enol dan PHO," ungkap Adrian.

Terkait tajuk diskusi yang dihelat Lampungpro.com, Adrian menganggap saat ini pekerjaan TP4D belum terlalu efektif karena tim TP4D hanya melakukan pengawasan satu bulan meminta progres ke konsultan pengawas dan validnya tidak ada yang mengetahui.

"Jika ada kerjasama seharusnya lebih aktif lagi dan saat ini belum efektif. Kami ingin aman bekerja dengan sebenar-benarnya aman. Karena empat pilar bekerjasama dengan baik maka menjalankan pekerjaan sudah baik. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi sehingga pembangunan di Lampung bisa berjalan dengan baik dan benar-benar diawasi," jelas dia. (FEBRI/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait