(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Hanya 4 Jam, Bakauheni-Palembang Via Tol Trans Sumatera Favorit Masyarakat
Menteri BUMN Rini Soemarno saat menyusuri Tol Lampung di Natar | Ist/Lampungpro.com
Menteri BUMN Rini Soemarno saat menyusur...

Hanya 4 Jam, Bakauheni-Palembang Via Tol Trans Sumatera Favorit Masyarakat

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Efisiensi waktu tempuh perjalanan merupakan salah satu tujuan dan manfaat infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera dibangun. Tentu saja, hal ini selain menciptakan pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi baru, juga meningkatkan daya saing kawasan-kawasan yang dilintasi.

Jika kelak seluruh ruas mulai dari ujung selatan Provinsi Lampung hingga Provinsi Sumatera Selatan yakni Bakauheni-Palembang rampung dibangun, waktu tempuh menjadi hanya 4 jam. Waktu tempuh 4 jam tersebut untuk kondisi tol saat ini atau belum sepenuhnya operasional.

Adapun progres fisik pembangunan ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang yang membentang sepanjang 112 kilometer saat ini sudah mencapai 98 persen. Capaian tersebut merupakan catatan per Juli 2019. Namun demikian, kendati sudah siap untuk dioperasikan, hingga kini belum terdapat informasi lengkap mengenai waktu peresmian tol ini.

Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera terbukti telah menjadi favorit masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Tak hanya sebagai penunjang kegiatan pribadi juga bisnis dan logistik. Terutama untuk ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Kepala Cabang Hutama Karya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Hanung Hanindito mengatakan, pasca diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Maret 2019, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sangat diminati masyarakat. "Kendati pun saat sudah bertarif sejak 17 mei 2019, antusiasme masyarakat tak juga surut. Kami mencatat Lalu lintas Harian Rata-rata (LH) yang melintasi tol ini sekitar 9.000 kendaran," ungkap Hanung, Kamis (28/8/2019).

Hanung menambahkan, angka ini merupakan 52 persen dari total target LHR yang ditetapkan. Umumnya, masyarakat pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Besar merasakan efisiensi waktu dan tenaga saat menggunakan jalan berbayar ini. "Waktu tempuh yang terpangkas bisa nyaris separuhnya lebih cepat dibanding menggunakan jalur reguler," imbuh Hanung.

PT Hutama Karya mendapat penugasan dari Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor Nomor 117 Tahun 2015, untuk membangun 2.770 kilometer Jalan Tol Trans Sumatera dengan prioritas 8 ruas pertama hingga tahun 2019 sepanjang 650 kilometer. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait