(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Ironinya Burung Nuri Sayap Hitam Papua, Cantik Tapi Terancam Punah
Burung Nuri asal Papua. | Ist
Burung Nuri asal Papua. | Ist

Ironinya Burung Nuri Sayap Hitam Papua, Cantik Tapi Terancam Punah

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Nuri sayap hitam atau dikenal juga dengan Nuri merah-biak memiliki nama ilmiah Eos cyanogenia. Hewan ini termasuk endemik di pulau Papua, Nuri Sayap-hitam sendiri cuma bisa ditemukan di habitat aslinya yakni di hutan di pesisir pulau Biak serta pulau-pulau di Teluk Cenderawasih, Papua.

Eos cyanogenia sendiri merupakan sejenis burung nuri yang mempunyai ukuran tubuh tergolong sedang, dengan panjang kurang lebih 30 cm, dan berasal dari suku Psittacidae. Burung nuri sendiri, memiliki bulu yang berwarna merah cerah, terdapat bercak ungu di sekitaran telinga, paruh merah kekuningan, punggung hitam dan juga memiliki iris mata yang cantik yakni berwarna merah.

Burung jantan dan burung betina betina pada spesies ini memiliki ciri yang hampir sama. Burung ini diketahui sering menyimpan telur dan juga membesarkan anak-anaknya yang di tempatkan pada lubang-lubang pohon khususnya pohon Kelapa. Burung nuri sendiri, adalah jenis burung yang hidup berkelompok serta seringkali mencari makan di hutan pedalaman sampai di ketinggian 460 meter di atas permukaan laut. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait