(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Pekan Depan, Gubernur Resmikan Program Lampung Mengaji dan Kurikulum Bahasa Lampung
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus bergerak untuk mewujudkan visinya "Lampung Berjaya" dan mewujudkan janji kerja gubernur dan wagub Lampung periode 2019-2024.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus b...

Pekan Depan, Gubernur Resmikan Program Lampung Mengaji dan Kurikulum Bahasa Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus bergerak untuk mewujudkan visinya "Lampung Berjaya" dan mewujudkan janji kerja gubernur dan wagub Lampung periode 2019-2024. Oleh karena itu, pekan depan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, akan melakukan peresmian Lampung Mengaji dan Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Lampung.

Kegiatan keagamaan ini mulai dilaksanakan pada Selasa (27/8/2019), di Bagas Raya Sukarame Bandarlampung. Peresmian Program ini akan mengundang akademisi juga dai kondang Dr. H. Das'ad Latif, MSi, Ph.D Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanudin Makassar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar saat dimintai keterangan, Jumat (23/8/2019), membenarkan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, Program Lampung Mengaji dan Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Lampung, merupakan implementasi dari program Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia, Lampung Berjaya dalam bidang keagamaan dan pengembangan budaya lokal.

Peresmian Program Lampung Mengaji dan Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Lampung akan dihadiri perwakilan guru mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Provinsi Lampung. Lebih lanjut Sulpakar menjelaskan, tujuan dan sasaran Program Gerakan Lampung Mengaji yaitu: Mengembalikan budaya gemar mengaji masyarakat Lampung melalui kegiatan pembelajaran di sekolah, di rumah dan di masyarakat (Tri Pusat Pendidikan).

Membebaskan masyarakat Lampung dari Buta Aksara AI-Qur'an. Membimbing peserta didik agar mampu mengaji Al-Qur’an dengan lancar sesuai makhraj dan tajwid. Membimbing peserta didik agar memiliki hafalan minimal 20 surat pendek bagi peserta didik reguler. Membimbing peserta didik agar memiliki hafalan minimal 1 juz bagi peserta didik yang mengikuti program Ekstra kurikuler Tahfidz.

Menumbuhkan gerakan membaca AI-Quran, baik secara individu maupun bersama-sama. Membentuk kepribadian berdasarkan AI-Qur'an dan mencegah kerusakan moral. Sulpakar menambahkan, sasaran dari program Lampung Mengaji yaitu; Peserta didik muslim, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah, orang tua peserta didik dan masyarakat Lampung.

Sebelumnya,  Gubernur Arinal juga berkomiten melalui 33 janji kerja yang akan diimpelentasikan kedalam program prioritas, yang antara lain di bidang Pertanian melakukan upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui Program Kartu Petani Berjaya, Bea-Mahasiswa Pertanian, memberantas peredaran pupuk palsu, revitalisasi lada, peningkatan daya saing komoditi unggulan (kopi, kakao, jagung, singkong dan udang), memfungsikan BUMD untuk produk pertanian dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Di bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan, program prioritas antara lain: Program Smart School dan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu, perbaikan kualitas layanan Puskesmas, Lampung Mengaji, memperkuat kerukunan hidup umat beragama, dan memberikan insentif khusus kepada para guru honorer, guru mengaji, dan lainnya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Program lainnya, kualitas dan pemerataan pelayanan publik melalui Program Lampung Ramah usaha dan Reformasi Birokrasi. Lampung juga harus menjadi Provinsi yang ramah perempuan dan anak. Arinal mendorong generasi muda Lampung menjadi Pemuda Mandiri melalui berbagai aktivitas kompetisi dan festival seni dan olahraga antara kalangan muda berbasis komunitas, pengembangan kreativitas pemuda dan menggalakkan budaya malu menganggur.(RLS/434/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait