(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Astronom Temukan Planet yang 2.800 Kali Lebih Besar dari Bumi
Ilustrasi planet besar. | Ist
Ilustrasi planet besar. | Ist

Astronom Temukan Planet yang 2.800 Kali Lebih Besar dari Bumi

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Astronom menemukan planet terbesar kedua. Planet ini ditemukan di sistem perbintangan bernama Beta Pictoris. Mengutip laman Astronomy, Kamis (22/8/2019), ukuran planet ini sembilan kali lebih besar dari Jupiter dan 2.800 kali lebih besar dari Bumi. Sekadar informasi, Beta Pictoris merupakan bintang berusia 23 juta tahun. Bintang ini berjarak 63 juta tahun cahaya dari Bumi.

Sebelumnya pada 2008, ahli astronomi menemukan planet bernama Beta Pictoris b. Selanjutnya, Associate Profesor bidang Ilmu Astronomi dan Planet Universitas Arizona Daniel Apai menyebut, mungkin ada planet lainnya di bintang Beta Pictoris. Kini, setelah bertahun-tahun dilakukan observasi, astonom menemukan sebuah planet besar lainnya yang diberi nama Beta Pictoris c.

Planet ini ditemukan menggunakan metode radical velocity, di mana para ahli secara tidak langsung mendeteksi keberadaan planet dengan cara mengukur letak bintang inang dan keseluruhan massa sistem bintang Beta Pictoris.

Ketua Penulis di National Centre for Scientific Research di Prancis Anne-Marie Lagrange mengatakan, meskipun teknik tersebut telah membantu astronom menemukan planet dan bintang yang mengorbit Matahari, ini pertama kalinya metode tersebut dipakai untuk mendeteksi planet di bintang sebesar dan sepanas Beta Pictoris. "Spektrumnya sangat berbeda dari sistem tata surya dan sulit digunakan untuk menemukan planet," kata Lagrange.

Sementara itu, ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA, Maxwell Millar-Blanchaer, menyebut bahwa berita mengenai Beta Pictoris c sangat menarik karena penemuan planet itu akan membuka berbagai kemungkinan.

Salah satunya apakah kedua planet tersebut memiliki massa yang sama. "Penemuan planet tersebut memberi kita kemampuan untuk membangun pemahaman yang lebih jauh mengenai sistem ini. Pada gilirannya juga akan memberi kita pemahaman yang lebih dalam mengenai pembentukan planet dan sejarah evolusi," tutur Millar-Blanchaer. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait