(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Tersengat Listrik Setrum Ikan, Pria ini Meninggal di Kolam Walet Pringsewu
Warga bersama aparat kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban di Pringsewu, Rabu (22/8/2019). LAMPUNGPRO.COM
Warga bersama aparat kepolisian saat men...

Tersengat Listrik Setrum Ikan, Pria ini Meninggal di Kolam Walet Pringsewu

PRINGSEWU (Lampungpro.com): Limin (55) warga RT 6, Lingkungan 5 Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, ditemukan meninggal di kolam, di lokasi bangunan sarang burung walet, Rabu (21/8/2019) sore. Jenazah korban mengapung di permukaan kolam gedung walet berpagar, dengan jarang sekitar 200 meter dari rumahnya.

Menurut Kapolsek Pringsewu Kota Polres Tanggamus Kompol Basuki Ismanto, korban ditemukan Soni (32), ketika hendak menyedot air kolam tersebut untuk menyiram tanaman sawi di sekitar lokasi. "Korban ditemukan mengapung di kolam yang berada di sekitar gedung walet Pringsewu Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB," kata Kompol Basuki Ismanto dalam keterangannya mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, Rabu (21/8/2019) petang.

Kompol Basuki Ismanto menjelaskan, berdasarkan sejumlah alat bukti yang ditemukan di lokasi berupa alat setrum ikan dan kabel panjang. Diduga korban meninggal akibat tersengat listrik. "Korban diduga meninggal tersengat listrik saat nyetrum ikan di kolam tersebut, memang kebiasaan korban nyetrum, pakai listrik gedung walet," jelas Basuki.

Dari lokasi pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan meter kabel sambungan, besi yang dipakai ujung setruman dan sepeda motor korban. "Saat ini barang bukti kabel dan besi diamankan di Polsek Pringsewu Kota. Namun untuk sepeda motor telah diserahkan kepada keluarganya," ujarnya.

Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman sebab keluarga telah menerima dengan ikhlas kematian korban dan menolak diatopsi. "Jenazah sudah kami serahkan berikut sepeda motor dan kunci kontak yang di temukan di TKP," kata dia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, Limin hanya tinggal berdua dengan istrinya yang sakit stroke. Korban memiliki dua anak, salah satu anaknya bekerja di Taiwan dan satu lagi tinggal di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu. (*)


Komentar

Artikel Terkait