(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Usai Iduladha, Harga Cabai di Bandar Lampung Mulai Turun
Salah satu pedagang cabai di Pasar Panjang Mardiah | Lampungpro.com
Salah satu pedagang cabai di Pasar Panja...

Usai Iduladha, Harga Cabai di Bandar Lampung Mulai Turun

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Usai Hari Raya Iduladha yang baru saja berlalu beberapa hari lalu, harga komoditi seperti cabai mulai turun di beberapa pasar di Bandar Lampung. Meskipun begitu, harga cabai ini masih belum stabil karena masih adanya kenaikan dan penurunan yang belum dapat diprediksi.

"Harga cabai sudah mulai menurun dari hari-hari sebelumnya, atau dibandingkan dengan Iduladha kemarin. Tapi memang, harga nya belum cukup stabil. Masih ada yang naik, ada juga yang turun," ujar Mardiah, salah satu pedagang cabai di Pasar Panjang, Bandar Lampung, Kamis (15/8/2019).

Ia menjelaskan, untuk harga cabai rawit hijau saat ini ada di kisaran Rp76 ribu per kilogram (Kg). Lalu, harga cabai merah di kisaran Rp72 ribu perkilo. Ia juga memprediksi harga-harga cabai tersebut bisa naik hingga Rp2 ribu, tergantung dengan pasokan yang ada. "Harga ini masih tergantung dari pemasok. Kita juga masih sedikit terbantu dengan adanya penambahan stok cabai dari daerah lain. Karena dengan begitu pedagang tidak ketakutan akan kehabisan stok cabai untuk konsumen," jelas dia.

Penurunan harga cabai ini pun tak membuat konsumen puas. Banyak konsumen yang sehari-hari menggunakan cabai sebagai bahan utama mengeluhkan mahalnya harga. Salah satunya, pedagang rujak bebegk disekitar Terminal Panjang, Bandar Lampung. Ia mengeluhkan harga cabai yang masih sangat tinggi.

"Meskipun sudah sedikit turun, tapi ini masih mahal sekali. Kita pedagang kecil kadang kesusahan. Normalnya kan cabai itu cuma Rp20-30 ribu, kalau begini kita juga sulit. Kalau kita naikan harga nanti tidak ada yang beli. Tapi ya syukur juga sedikit-sedikit kan turun, semoga bisa turun lagi," ujar Ujang.(PRO2)


Komentar

Artikel Terkait