(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Teknisi Helikopter Pemadam Karhutla Asal Rusia Meninggal, Polisi Langsung Autopsi
Petugas sedang memadamkan api dalam Karhutla di Riau | Ist/Lampungpro.com
Petugas sedang memadamkan api dalam Karh...

Teknisi Helikopter Pemadam Karhutla Asal Rusia Meninggal, Polisi Langsung Autopsi

PALEMBANG (Lampungpro.com): Tim kedokteran forensik Rumah Sakit Bhayangkara Biddokes Polda Sumatera Selatan melakukan autopsi jenazah teknisi helikopter water bombing kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan, Andrey Sushakov (43). Autopsi itu untuk memastikan penyebab meninggalnya Andrey.

"Hari ini kami baru mendapat izin melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian seorang warga Rusia yang meninggal dunia karena sakit di Rumah Sakit Siloam pada Minggu (11/8/2019," kata Ketua Tim Autopsi, Kompol dr Mansyuri di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (14/8/2019) kemarin.

Berdasarkan investigasi medis dan laporan rekam media pihak RS Siloam yang merawat Andrey selama beberapa hari, penyebab kematian Andrey disebabkan sakit peradangan selaput otak. Sedangkan hasil autopsi nantinya akan diberikan kepada pihak keluarga atau perwakilannya yang akan membawa jenazah teknisi tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori membenarkan mengenai meninggalnya teknisi heli water bombing karhutla itu. Meninggalnya teknisi asal Rusia ini menjadi catatan tersendiri bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Benar ada salah satu kru heli meninggal dunia bernama Andrey Sushakov. Andrey merupakan ground engineer asal Rusia," kata Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori.

Andrey, kata Ansori meninggal dunia di RS Siloam Palembang setelah sempat dirawat intensif. Dia disebut mengalami penyempitan pembuluh darah yang ada di otak. "Pada 8 Agustus lalu posisi si Andrey ini dalam keadaan libur dan tinggal di hotel. Pada pukul 17.00 WIB merasa tidak bisa bernapas dengan normal, dia kemudian dibawa ke rumah sakit dan meninggal di ruang ICU 11 Aguatus," kata Ansori.

Meninggalnya teknisi heli water bombing itu kini menjadi catatan tesendiri selama musim kemarau dan kebakaran. Apalagi, tahun 2018 lalu ada juga seorang teknisi meninggal dunia karena overdosis. "Ini jadi catatan tersendiri bagi kita. Apa lagi tahun lalu juga ada yang meninggal dunia. Itu teknisi juga, overdosis minum-minuman keras dan dari negara yang sama, Rusia,"jelas Ansori.(**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait