(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Gelar Perkara Dugaan Ijazah Palsu Caleg Lampung Utara, Bukti Cukup
Kuasa Hukum LBH Suara Keadilan, Ruli (tengah) saat berada di Polda Lampung, Rabu (14/8/2019). LAMPUNGPRO.COM
Kuasa Hukum LBH Suara Keadilan, Ruli (te...

Gelar Perkara Dugaan Ijazah Palsu Caleg Lampung Utara, Bukti Cukup

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Dugaan ijazah palsu terlapor AS calon legislatif (caleg) terpilih Daerah Pemilihan (dapil) 3 Kabupaten Lampung Utara, memasuki babak baru. Pasalnya, Polda Lampung menggelar perkara dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut.

Hal itu diungkapkan perwakilan masyarakat Dapil 3 Kabupaten Lampung Utara, Rahmat Santori, warga Abung Pekurun, didampingi Kuasa Hukum LBH Suara Keadilan, Ruli. “Kedatangan kami ke Polda Lampung, dipanggil penyidik Polda Lampung, terkait tindaklanjut laporan dugaan penggunaan ijazah palsu dengan terlapor caleg terpilih Dapil 3 Kabupaten Lampung Utara berinisial AS,” kata Rahmat Santori saat di Graha Jurnalis Polda Lampung, Rabu (14/8/2019) sore.

Menurut Rahmat Santori, penyidik menggelar perkara dan dinyatakan cukup bukti. “Penyidik tidak meminta bukti baru, karena dianggap cukup,” jelasnya.

Sebelumnya, Selasa (25/6/2019), Rahmat Santori melaporkan AS yang diduga menggunakan ijazah palsu S1 Sarjana Ekonomi, Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Menurut Rahmad Santori, perkara ini bermula saat warga Dapil 3 Lampung Utara mendapat informasi AS, tidak pernah kuliah namun memiliki gelar sarjana ekonomi. “Seiring perkembangan tersebut, sebelum pileg kami gak fokus. Namun setelah pileg selesai, isu itu mencuat,” kata dia.

Menurut Rahmad, ada warga memberikan ijazah caleg tersebut untuk dicek keabsahannya. “Lalu kami liat ke Dikti rupanya gak terdaftar dan kami warga merasa dibohongi. Sehingga kami minta dari Lembaga Bantuan Hukum,” terang Rahmad.

Menurut Ruli, pihaknya sudah melakukan kroscek dengan mengirimkan surat ke Kemenristekdikti atas dugaan tersebut. “Dan telah diverifikasi bahwa ijazah itu tidak terdaftar dan bahkan kami verifikasi ke Universitas yang berkaitan rupanya dia juga tidak terdaftar,” kata Ruli. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait