(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Gudang Benih Lobster di Pesisir Barat Lampung Digrebek Polisi, Omzet Miliaran
Polisi saat konferensi pers penangkapan kasus benih lobster di Pesisir Barat Lampung
Polisi saat konferensi pers penangkapan ...

Gudang Benih Lobster di Pesisir Barat Lampung Digrebek Polisi, Omzet Miliaran

JAKARTA (Lampungpro.com): Bareskrim Polri menggerebek gudang pengemasan benih lobster yang akan dijual secara ilegal. Pengungkapan itu juga menyelamatkan sumber daya ikan senilai miliaran rupiah. "Tim berhasil melakukan penggerebekan terhadap tempat packing dan gudang Benih Lobster beserta kelengkapan alat packing," kata Kasubdit IV Dittipiter Bareskrim Polri, Kombes Parlindungan Silitonga, Selasa (13/8/2019) kemarin.

Penggerebekan itu dilakukan di Pesisir Barat, Lampung pada 7 Agustus lalu. Di gudang tersebut polisi menangkap empat tersangka dan mengamankan benih lobster sejumlah 41.893 ekor. Keempat tersangka yang ditangkap yakni Yacobson (49), Mulyadi (50), Fidriansyah (35) Sutisno (41). Mereka merupakan pekerja di gudang tersebut.

Selain itu tim juga lima tersangka lain yang mengangkut 14.315 ekor benih lobster ke gudang tersebut menggunakan mobil. Kelima tersangka itu yakni Juliadi (34), Joni Arifin (25) Irpan Irawan (22), Topan (18), dan Tumin (21). "Tim melakukan penggerebekan terhadap kendaraan roda 4 tersebut dan ditemukan benih lobster yang sudah dalam keadaan terpacking siap kirim," ungkap Parlindungan.

Seorang tersangka lainnya, Henry Gunawan (45) yang merupakan pengawas gudang juga berhasil ditangkap. Secara keseluruhan polisi menyita 57.208 ekor benih lobster jenis Pasir dan jenis Mutiara 203 ekor. "Nilai sumber daya ikan yang berhasil diselamatkan senilai lebih Rp8,5 miliar," ujarnya.

Polisi masih menyelidiki ke mana saja benih lobster itu akan dijual. Para tersangka kini dijerat Pasal 88 Jo Pasal 16 UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. (**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait