(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Sidang Terdakwa Caleg PAN Lampung Utara Ditunda, Saksi tak Dapat Kabar
Para saksi sidang kasus perbuatan tidak menyenangkan oleh salah satu Caleg PAN Lampung Utara, Selasa (13/8/2019). | RIKI/Lampungpro.com
Para saksi sidang kasus perbuatan tidak ...

Sidang Terdakwa Caleg PAN Lampung Utara Ditunda, Saksi tak Dapat Kabar

LAMPUNG UTARA (Lampungpro.com): Memasuki sidang kedelapan dalam perkara perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335) dengan terdakwa Anton Sudarmono, salah satu caleh terpilih dari Dapil lll Partai Amanat Nasional (PAN) kembali ditunda. Penundaan dikarenakan hakim sedang dinas ke luar.

Informasi yang dihimpun Lampungpro.com dari salah satu Staff Humas Pengadilan Negeri Lampung Utara Fatmawati mengatakan, dari informasi dibagian kehumasan bahwa semua hakim sedang berada di Jakarta. "Iya, kalau menurut lnformasi hakim sedang dinas luar di Jakarta, jadi semua agenda sidang hari ini terpaksa di tunda," jelas dia, Selasa (13/8/2019).

Diketahui, pada hari ini adalah jadwal sidang dengan terdakwa (AS). Dalam agenda sidang yang rencananya akan digelar siang ini bakal menghadirkan empat orang saksi dari Desa Skipi Kecamatan Abungtinggi, Lampung Utara. Sidang juga bakal menghadirkan pihak korban, dimana pada sidang pekan kemarin ditunda oleh majelis hakim dengan alasan pihak JPU belum siap menghadirkan para saksi.

Ditempat terpisah, para saksi dan juga korban telah datang di Kotabumi Lampung Utara. Mereka datang guna memenuhi panggilan dari JPU untuk dapat hadir pada sidang hari ini sebagai saksi dalam persidangan. Namun, mereka tidak mengetahui jika sidang ditunda.

"Kami hadir disini, karena mendapat informasi dari salah satu rekan kami bahwa ada surat panggilan dari JPU,  untuk kami bisa hadir di persidangan, sebagai saksi," kata Sadarudin, salah satu saksi saat Lampungpro.com mintai keterangannya dikediaman kerabatnya, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, selama ini dirinya bersama saksi lainnya tidak mengetahui, kapan jadwal sidang tersebut, apalagi menurut informasi yang di dapat bahwa sidang sebelumnya telah berjalan tujuh kali.
Bahkan menurutnya, pada agenda sidang pekan kemarin, dirinya bersama saksi yang lain tidak menerima surat ataupun panggilan dari JPU dalam agenda sidang menghadirkan para saksi.

"Ya, pemberitahuan itu pun melalui telpon, bahwa kami berempat di minta JPU hadir dalam sidang hari ini sebagai saksi, setelah kami sampai di Kotabumi baru di tunjukkan surat pemanggilan itu, dan tertera dalam surat tanggal, 8 Agustus kemarin," terang Sadarudin.

Selain itu menurutnya, dalam perkara ini dirinya bersama saksi lainnya tidak pernah mengetahui jadwal sidang yang telah di gelar oleh Pengadilan Negeri tersebut, dimana ada empat orang saksi termasuk dirinya, sebagai korban, salah satunya, Bardimansyah, Sunanto, dan Hadi Prihatin.

"Bahkan saya baru mengetahui, bahwa Pasal yang dikenakan kepada terdakwa adalah Perbuatan tidak menyenangkan (Pasal.335), bukan Pasal penganiayaan, dengan ancaman seperti yang dirinya alami," jelasnya. (RIKI/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait