(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

Mat Amin: Hatam Perbankan Syariah, Maknai Berkurban dengan Berdakwah dan Syariah

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Berkurban di zaman now atau di saat ini, merupakan bentuk dari meneladani kisah nabi Ismail. Hal itu penting, bagaimana taatnya nabi Ismail kepada orang tuanya nabi Ibrahim, dan nabi Ibrahim begitu juga mejalankan perintah Allah SWT.

"Demikian pula dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari agar selalu berkurban," ucap Direktur Utama BPR Syariah Mitra Agro Usaha (Bank MAU Syariah), Mat Amin, SE, Akt. "Berdakwah selalu selagi hidup sebagai bekal yang akan kita bawa diakherat nanti," tambah alumni UII Yogyakarta ini.

Sistem syariah khususnya Perbankan Syariah juga sudah manyatu dengan Amin, sapaan akrab Sekretaris DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Lampung, yang mulai ia kenal dengan sistem syariah sejak tahun 1990.

Menurutnya, cikal bakal Bank Syariah di Indonesia ada saat dirinya berkuliah di UII Jogja dan saat sebagai panitia Seminar Nasional tahun 1990, dengan tema "Bank Tanpa Bunga".

Bapak tiga anak ini cukup familiar dengan prakitisi perbankan di Provinsi Lampung, khususnya Perbankan Syariah, yang membuat ia tidak asing lagi, karena idealisnya tentang perbankan syariah yang punya tekat sederhana. "Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang kecil, sama bersusah-susahlah dahulu," ujar pria yang berprofesi sebagai akuntan dan juga Wakil Ketua ASBISINDO Lampung tersebut.

Jika berbicara perbankan dengan pria yang juga Ketua Kompartemen BPRS Asbisindo Lampung satu ini jangan ditanya lagi punya tidak rekening Bank Konvensional. Jawabnya Pasti tidak ada, karena motto dia berusaha untuk tidak munafik. "Karena kalau kita sudah tahu bahwa bunga di Bank konvensional itu Riba. Terus Riba itu haram, kenapa kita masih bertransaksi di Konvensional?," jelas Tim Pendiri BPRS milik Pemda di Provinsi Lampung dan juga Tim Tunggal Konversi BPR Syariah Mitra Agro Usaha.

Begitulah sosok sederhana pemikiran Mat Amin yang juga aktif sebagai anggota ICMI Lampung. Bahkan, ia juga pernah mengajar sebagai dosen di D3 Unila Keuangan Perbankan. Serta pernah juga menjadi dosen di UIN, saat dulu bernama IAIN Raden Intan dan juga UBL.(PRO2)


Artikel Terkait