(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Makan Daging Kucing Tak Dianjurkan, Ini Alasannya
Kucing. | Ist
Kucing. | Ist

Makan Daging Kucing Tak Dianjurkan, Ini Alasannya

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Sanca alias Abah Grandong, pria yang memakan kucing hidup-hidup di Kemayoran, belum lama ini dilarikan ke RS Polri Kramat Jati karena drop. Pemicu sakitnya belum diketahui secara pasti sebab masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan.

Tentunya perilaku makan daging kucing tidak bisa dibenarkan walau di beberapa negara masih ada yang mengonsumsinya karena alasan tradisi atau adat.

Penelitian yang dilakukan oleh Raymond Craza dari Temple University menyebut di negara seperti Madagaskar, masyarakat di sana masih mengonsumsi daging kucing karena dianggap memberikan sumplementasi protein yang baik untuk tubuh dan bisa menyembuhkan penyakit.

Namun tentu ada efek kesehatan besar yang akan timbul dari konsumsi daging kucing. Kucing adalah tuan rumah yang sempurna untuk penyakit partasit seperti Lyme atau demam tinggi yang sangat berbahaya bagi wanita hamil dan bayi.

"Kucing adalah inang primer parasit yang menyebabkan toksoplasmosis yang akan memberikan ancaman kelainan bentuk serius pada bayi," tulis Raymond dalam penelitiannya yang berjudul Consumption of Domestic Cat in Madagascar: Frequency, Purpose, and Health Implications, dikutip dari Science Daily.

Daging kucing juga mengancam penularan infeksi bakteri seperti Clostridium botulinum. Dengan adanya informasi tersebut, peneliti mendesak untuk melakukan studi pada konsumsi anjing karena banyak masyarakat yang juga mengonsumsi dagingnya. (***/PRO3)


Komentar