(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Perbatasan Lampung-Sumsel Kondusif Pasca Bentrok di Mesuji
Lampungpro.com (kanan) saat berbincang dengan warga Mesuji usai bentrok di Register 45. | ROSARIO/Lampungpro.com
Lampungpro.com (kanan) saat berbincang d...

Perbatasan Lampung-Sumsel Kondusif Pasca Bentrok di Mesuji

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Langkah persuasif saat ini mulai dilakukan pemda Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dan pemda Mesuji, Lampung, pascabentrok. Kedua kelompok diminta tenang.

Dengan bantuan anggota TNI dan Polri, pemda setempat mendatangi keluarga korban dan kedua kelompok warga yang terlibat bentrok di Register 45 Mesuji, Lampung, Rabu (17/7/2019). Pemda pun memastikan suasana kini sudah kondusif.

"Kami telah berkunjung ke rumah duka hingga ke pemakaman. Juga melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga korban dan masyarakat," kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab OKI Antonius Leonardo, Jumat (19/7/2019).

Dikatakan Antonius, langkah persuasif dilakukan sejak bentrok terjadi. Semua pihak terkait turun memastikan supaya kondisi di lokasi terkendali dan kembali normal seperti biasa. "Ini kami lakukan sebagai upaya untuk mendinginkan suasana pascabentrok. Semua unsur terlibat aktif, ya," katanya

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Suptriadi menyebut, meskipun situasi kini telah kondusif, anggota Polri dan prajurit TNI tetap bersiaga. Ini untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Sudah kondusif, tapi kita tetap siaga dengan menyebarkan personel untuk berjaga-jaga. Bahkan ada bantuan personel dari Brimob dan Polda Sumsel," kata Supriadi.

Personel Brimob yang disebar ini terdiri atas 1 peleton yang berjumlah 33 orang. Seluruh personel tetap bersiaga untuk mengamankan lokasi dan melakukan sterilisasi pascabentrok terjadi.

Tidak hanya itu, Supriadi pun turut menanggapi pesan berantai lewat grup WhatsApp. Pesan itu menyebut situasi di perbatasan Sumsel-Lampung kini masih genting dan pengendara yang melintas harus waspada. "Ada pesan berantai menyebut suasana di sana rawan. Itu tidak ada. Sudah aman dan kondusif, saya pastikan itu pesan hoax," katanya.

Bentrokan antara warga Mekar Jaya Abadi dan Mesuji Raya ini terjadi pada Rabu (17/7/2019) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua kelompok sama-sama mengklaim berhak atas pengolahan lahan Register 45. Akibatnya, 3 orang tewas dan 10 orang mengalami luka-luka. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait