(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Cerita Warga Soal Bentrok Rebutan Lahan di Mesuji
Suasana rumah duka salah satu korban meninggal akibat bentrok di Mesuji. | Ist
Suasana rumah duka salah satu korban men...

Cerita Warga Soal Bentrok Rebutan Lahan di Mesuji

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Warga Mekar Jaya, Ahmad Bashori (32), menceritakan kronologi bentrokan di Mesuji Register 45, Lampung. Bashori mengatakan warga Mekar Jaya hanya ingin damai. "Jadi kronologi awal, cerita lahan Bapak Yusuf disekat rombongan Pematang atas nama Roni dan Imoh," kata Bashori di Mesuji Register 45, Mesuji, Lampung, Jumat (19/7/2019), seperti dikutip dari detikcom.

Mendapati hal itu, warga Mekar Jaya lalu kumpul dan mendatangi lahan Yusuf. Sesampainya di sana, warga Mekar Jaya lalu membawa alat bajak ke balai desa. Bashori mengatakan warga Mekar Jaya ingin tetap damai. Namun datang sekelompok orang membawa senjata tajam dan senjata api. Anhori menduga mereka merupakan warga Pematang Panggang dari kelompok tani Mesuji Raya.

"Kita sebetulnya ingin warga sini damai, inginnya damai, inginnya kita hidup sama-sama, cari makan sama-sama, nggak tahunya rombongan orang yang datang dari pihak preman atau pelaku datang datang malah menghunus pedang dan mengeluarkan pistol," tuturnya.

"Jadi warga sini sudah geram atau gimana, langsung warga mengeroyok. Jadi keributan kemarin itu sampai akhirnya petugas datang masih konflik," sambung Anshori.

Dia mengatakan awalnya warga Mekar Jaya sudah menyiapkan kertas dan materai untuk membuat perjanjian terkait disitanya alat bajak kelompok tani Mesuji Raya. Tetapi warga geram karena sekelompok orang dari Mesuji Raya menembak dan membacok warga Mekar Jaya.

Anshori mengatakan ada 8 warga Mekar Jaya yang terluka. Sementara, ada 3 warga Mesuji tewas dan seorang lainnya kritis akibat bentrokan tersebut. Dia mengatakan warga menyesalkan terjadinya bentrokan.

Dia mengatakan sejumlah warga Mekar Jaya mengungsi karena takut kembali ada penyerangan. Saat ini sejumlah anggota TNI-Polri masih ada di Mesuji Register 45. Anshori berharap situasi kembali kondusif dan kedua belah pihak berdamai.

"Masyarakat kami di sini harap jangan kita saling berebut lahan, kita cari makan bersama-sama, kita mau hidup damai, tenteram, saling jaga, saling bantu, mana yang susah pokoknya kita inginnya damai lah," ungkapnya.

Bentrokan antara warga Mekar Jaya Abadi dan Mesuji Raya ini terjadi pada Rabu (17/7/2019) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua kelompok sama-sama mengklaim berhak atas pengolahan lahan Register 45. Akibatnya, 3 orang tewas, dan 10 orang mengalami luka-luka. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait