(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Waspada Pengemudi Mengaku Taksi Grab di Bandara Radin Inten II Lampung
Shelter GrabCar Airport di Bandara Radin Inten II Lampung. LAMPUNGPRO.COM
Shelter GrabCar Airport di Bandara Radin...

Waspada Pengemudi Mengaku Taksi Grab di Bandara Radin Inten II Lampung

NATAR (Lampungpro.com): Penumpang yang akan menggunakan jasa angkutan online di Bandara Radin Inten II diminta waspada terhadap ulah sejumlah pengemudi yang mengaku dari Grab Airport. Pasalnya, banyak penumpang tertipu karena mengira pengemudi yang datang dari Grab, ternyata bukan.

Pantauan Lampungpro.com, modus yang dilakukan yakni pengemudi taksi offline biasanya memperhatikan penumpang yang menunggu pesanan taksi online di Terminal Kedatangan. Pengemudi offline ini kemudian bertanya apakah menunggu pesanan taksi online. Setelah itu, menawarkan tarif lebih rendah dari taksi online.

Terkait modus ini, Operator Grab Airport TKG Lampung, Husni Thamrin meminta penumpang memperhatikan identitas pengemudi. "Petugas kami berseragam dan Id card lengkap yang akan membantu ke shelter penjemputan. Jadi, mohon pastikan plat nomor dan jenis kendaraan sesuai aplikasi. Driver kami berseragam dan sesuai dengan aplikasi. Tarif juga sesuai aplikasi dan tidak ada tambahan apa pun," kata Husni Thamrin, kepada Lampungpro.com, Kamis (18/7/2019).

Dia mengaku banyak mendapat keluhan atas modus mengaku pengemudi Grab ini. Pasalnya, sejak resmi diluncurkan pada 11 Juli 2019, peminat GrabCar Airport cukup tinggi. "Memang ada oknum yang tidak bertanggungjawab mengaku sebagai driver Grab. Kami mengimbau penumpang untuk tidak tergiur tarif murah, namun tidak aman," kata Husni.

Keamanan taksi online yang dikelolanya, menurut Husni, tidak saja setiap kendaraan dipasang GPS, tapi penumpang dilindungi asuransi PT Jasa Raharja. "Kalau pengemudi tidak terdata, tentu ini berbahaya bagi keselamatan penumpang," kata Husni yang juga Direktur PT Trans Lampung Utama, BUMD milik Pemerintah Provinsi Lampung itu. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait