(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Keluarga Cendana Serahkan Dokumen Penting Pak Harto dan Ibu Tien ke Negara
Putra-putri keluarga Presiden RI kedua Soeharto. LAMPUNGPRO.COM
Putra-putri keluarga Presiden RI kedua S...

Keluarga Cendana Serahkan Dokumen Penting Pak Harto dan Ibu Tien ke Negara

JAKARTA (Lampungpro.com): Putra-putri Presiden Kedua RI Soeharto (Pak Harto) berencana menyerahkan dokumen penting Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto kepada negara melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Rencananya, penyerahan kumpulan dokumen itu berlangsung di Ruang Noerhadi Magetsari, Gedung ANRI, di Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019) .

Tiga putri Pak Harto, yakni Tutut, Titiek, dan Mamiek dijadwalkan hadir untuk menyerahkan dokumen itu. Sedangkan putra Pak Harto yang diperkirakan hadir adalah Tommy Soeharto. Pak Harto, lahir di Dusun Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921 dan menjadi Presiden RI dari 1968-1998.

Secara resmi Siti Hariyanti Rukmana (Mbak Tutut) akan mewakili keluarga Jenderal Besar Soeharto dalam acara serah terima arsip tersebut. Mbak Tutut mengatakan, setiap bangsa harus menyadari jati dirinya dengan mengenal dan mengetahui sejarah bangsa.

Hanya dengan sadar akan sejarah, kata Mbak Tutut, sebuah bangsa akan bisa menentukan secara pasti dan yakin, kemana bangsa itu akan menentukan titik tujuan perjuangan ke depan. “Meski tak harus meneladani prilakunya, benar apa yang dikatakan seorang tokoh Italia, Mussolini, bahwa sejarah begitu penting, karena ia bukan hanya catatan tentang masa lalu, melainkan cermin masa kini dan mungkin bisa menjadi arah bagi masa depan,” kata Mbak Tutut, dalam siaran pers yang diterima Lampungpro.com, Rabu (17/7/2019).  

Mbak Tutut menambahkan, sadar sejarah akan membuat sebuah bangsa tahu adab, yakni mampu meletakkan seseorang pada ‘maqam’ atau tempat yang tepat. Mengutip mantan Presiden AS Harry S. Truman, Mbak Tutut menambahkan, sejatinya manusialah yang membuat sejarah, bukan sebaliknya. “Kemajuan terjadi ketika para pemimpin yang berani dan terampil, memanfaatkan kesempatan untuk mengubah hal-hal yang ada menjadi lebih baik,” kata Mbak Tutut.

BACA JUGA: Serahkan Dokumen Penting Pak Harto ke Negara, Mbak Tutut: Jangan Alfa Sejarah

Pak Harto dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Di era pemerintahannya Indonesia tercatat sebagai pemain kunci di Asia Tenggara dan menjadi salah satu mercusuar pertumbuhan ekonomi kawasan. Pak Harto meninggal dunia di Jakarta, pada 27 Januri 2008. Sedangkan Ibu Tien Soeharto yang punya nama asli Raden Ayu Situ Hartinah lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 1923. Ibu Tien meninggal dunia pada 28 April 1996, dikenal sebagai role model wanita Indonesia pada masanya.

Informasi yang diterima menyebutkan kumpulan dokumen Pak Harto dan Ibu Tien itu terdiri dari buku kumpulan pidato Ibu Tien dari tahun 1968 sampai 1996 berikut microfilmnya. Kemudian, buku kumpulan pidato Pak Harto dari 1966 sampai 1998 bersama microfilmnya. Selain itu, microfilm sidang Kabinet dan Proklamasi Integrasi Balibo, DVD, dan album foto Pak Harto. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait