Rambah Pasar Internasional, Lima Waralaba Indonesia Sukses Bikin Gerai di Luar Negeri
Ilustrasi minimarket | Ist/Lampungpro.com
Ilustrasi minimarket | Ist/Lampungpro.co...

Rambah Pasar Internasional, Lima Waralaba Indonesia Sukses Bikin Gerai di Luar Negeri

JAKARTA (Lampungpro.com): Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Suprih mengatakan Indonesia mempunyai potensi yang bagus dalam perkembangan dunia waralaba untuk pasar internasional. Mereka yang sudah bisa memasarkan produknya di luar negeri telah disebut berhasil.

"Sebagian merek waralaba Indonesia seperti Alfamart, J.CO Coffee & Donut, Kebab Turki Baba Rafi, Martha Tilaar telah berhasil mengembangkan usahanya dengan mendirikan gerai di beberapa negara sahabat antara lain di Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Hongkong," kata Karyanto.

Menurut data Kemendag, Alfamart sebagai waralaba yang menjual produk sehari-hari mereka telah membuka 174 gerai di Filipina. Lalu ada J.Co Coffe and Donut berhasil membuka 60 gerai di empat negara yaitu, Malaysia, Singapura Filipina dan Hongkong. Dan terakhir Kebab Turki Baba Rafi telah buka 60 gerai di delapan negara termasuk Cina, Belanda, Sri Lanka dan Bangladesh.

"Pemerintah sangat mendukung pertumbuhan waralaba lokal menjadi waralaba yang memiliki daya saing tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri," ujar Karyanto.

Karyanto menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan pembinaan dan dukungan pengembangan industri waralaba. Hal utama yang kita prioritaskan adalah kemudahan untuk mendapatkan legalitas waralaba berupa Surat Tanda Pendaftaran Waralaba atau STWP.

Karyanto menuturkan, dengan adanya pengakuan dari Pemerintah maka akan tercipta kepastian hukum, transparansi dan timbulnya kepercayaan yang merupakan faktor mendasar dari keberhasilan sebuah bisnis. Menurutnya, pangsa pasar waralaba di Indonesia juga besar dan terus bertumbuh.

Didukung oleh tingginya tingkat permintaan terutama dari golongan masyarakat menengah Indonesia dan berusia muda yang membutuhkan ruang sosialisasi dan bergaul sehingga mendorong sektor waralaba di bidang jasa terutama makanan dan minuman semakin menjamur.(**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait