Artikel Pilihan Editor

Warga Bandar Lampung Pertanyakan Konsumsi Air Sumur, Kemenkes Melarang
Seorang warga sedang menimba air sumur. Kemenkes melarang mengkonsumsi air sumur yang dekat dengan tangki septik. | Ist
Seorang warga sedang menimba air sumur. ...

Warga Bandar Lampung Pertanyakan Konsumsi Air Sumur, Kemenkes Melarang

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Sejumlah warga Bandar Lampung mempertanyakan bahaya mengonsumsi air sumur. Mengingat, di perkotaan sangat sulit mendapati air sumur jauh dari lubang pembuangan tinja. “Sebenarnya, kalau air PDAM lancar, saya akan pakai air PDAM. Tapi kan tahu sendiri sekarang, PDAM sering tidak mengalir,” kata Yati, warga Tanjungkarang Barat.

Yati mengatakan dia memiliki air sumur, namun dia tidak berani meminumnya. “Karena, memang sumur yang saya buat tidak jauh dari lubang WC. Untuk minum kami harus membeli air galon isi ulang. Itu saat ini banyak yang meragukan dari segi kesehatan,” kata Rita, warga lainnya, menimpali.

Sebenarnya, tidak ada aturan resmi tentang larangan warga membuat sumur berpompa listrik untuk mengangkat air tanah secara langsung. Mengingat, kemampuan negara melayani semua keperluan air bersih belum terjadi secara merata. Namun, Kementerian Kesehatan tidak menyarankan penduduk kota menggunakan air sumur untuk diminum.

Hal itu karena pada umumnya sumber air tersebut letaknya berdekatan dengan tempat penampungan kotoran manusia (tangki septik). "Misalnya di Jakarta, orang tidak boleh menggunakan air sumur untuk minum karena letak sumur cenderung berdekatan dengan tempat penampungan kotoran," kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Imran Nurali, di Jakarta, Jumat (17/3/2017), dilansir Antara.

Menurut dia, ada konsekuensi masyarakat yang tinggal di perkotaan padat penduduk. Seperti banyaknya sumur yang berdekatan tangki septik. Padahal, secara langsung atau tidak, tinja di dalam tangki penampungan dapat mencemari air bersih yang biasa digunakan masyarakat untuk minum atau memasak.

Imran juga menjelaskan air bersih di perkotaan, memang sulit didapatkan, terlebih perkotaan memiliki kendala keterbatasan lahan untuk membangun sumur yang letaknya ideal dan jauh dari tangki septik. Hal itu termasuk program penyedotan lumpur tinja secara aman dan terjadwal belum konsisten dilakukan banyak wilayah. Kendala itu, lanjut dia, juga diperparah dengan beberapa kasus keadaan pipa saluran air bersih PDAM yang bocor dan berada di dalam got. Sehingga, air bersih dapat tercampur zat berbahaya bagi kesehatan. (**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait