(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Tarif Ojek Online Bakal Dihapus Tarifnya?
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi | Ist/Lampungpro.com
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya ...

Tarif Ojek Online Bakal Dihapus Tarifnya?

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi buka suara mengenai wacana pelarangan diskon tarif pada transportasi online, termasuk ojek online (ojol). Budi Karya menyatakan, larangan itu baru diterapkan jika ada usulan dari pemangku kepentingan (stakeholder).

Sebelumnya, Budi Karya mengatakan akan menghapus diskon ini karena akan saling mematikan. Selain bicara mengenai diskon, Budi Karya juga memberi pernyataan terkait tarif ojol. Budi mengatakan tak akan menurunkan tarifnya.

Budi Karya mengatakan bakal mengatur jika ada usulan dari pemangku kepentingan (stakeholders). Pernyataan Budi Karya berbeda dari sebelumnya yang menyatakan akan melarang diskon tarif.

"Promo kalau memang nanti ada usulan baru kita bahas, baru kita bahas. Itu adalah usulan dari stakeholders bukan kami yang mau atur-atur," katanya usai rapat bersama Komisi V DPR, di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Budi Karya tak memberi keterangan lebih lanjut saat ditanya mengenai diskon. Dia segera meninggalkan DPR usai rapat. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, pengaturan diskon dilakukan sepanjang ada usulan.

"Tadi kan Pak Menteri sampaikan, promo-promo itu sepanjang pihak aplikator mengusulkan ada promo dimasukkan unsur dalam rangka penghitungan, kita diskusikan dulu," ujar Budi.

Namun, Budi Setyadi melanjutkan, masalah promo bukan berada di bawah kewenangannya. Dia mengaku hanya mengatur tarif. "Saya kira promo di luar saya, hanya menyangkut tarifnya saja. Jadi promo di luar itu lah," ujarnya.

"Sementara belum bisa mengatakan diatur atau tidak. Kayaknya kalau di luar domain saya, saya nggak atur," ujarnya. Sebelumnya, Budi Karya Sumadi menyatakan akan melarang diskon tarif. Sebab, diskon akan menimbulkan persaingan tak sehat.

"Oleh karenanya kita merancang satu Permen (Peraturan Menteri) atau surat edaran yang melarang diskon-diskon ini memang memberikan suatu keuntungan sesaat tapi untuk long term saling membunuh itu yang kita ingin tidak terjadi," katanya usai halal bihalal di Kemenhub Jakarta, Senin (10/6/2019).

Budi Karya Sumadi menyatakan tidak akan menurunkan tarif ojek online (ojol). Budi menegaskan, tarif ojol tidak akan turun. "Ojol tidak ada tiket yang menurun, kalau tiket ada evaluasi itu karena ada usulan dari mereka, tidak ada kita melakukan. Saya klarifikasi tidak ada kami menurunkan tarif ojol, clear," katanya.

Budi Karya bilang, tidak akan menurunkan tarif jika tidak ada masukan. Berkaitan dengan tarif, dia menyatakan terus melakukan diskusi dengan pemangku kepentingan terkait. "Saya tidak akan menurunkan kalau tidak ada masukan-masukan. Memang kita melakukan diskusi intensif," ujarnya.

Padahal sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan, tarif ojol akan turun setelah Kemenhub melakukan survei. Penurunan tarif terutama dilakukan pada jarak pendek. Sebagaimana diketahui, untuk Jabodetabek tarif 4 km pertama dipatok Rp 8.000 sampai Rp 10.000.

Meski begitu, Budi masih enggan menyebut penurunan tarif tersebut. "Kemarin ada 3 skema, sesuai, diturunkan atau dinaikkan. Dari hasil survei ada yang sesuai, ada yang mau diturunkan, ada yang terlampau besar. Terutama flag fall, yang jarak pendek itu terlampau besar, jadi mau kita turunkan. Iya flag fall yang 4 km," katanya di Kemenhub Jakarta, Senin (10/6/2019).

Selain tarif jarak pendek, Kemenhub juga akan menurunkan tarif per kilometer (km). Tapi, penurunannya relatif kecil. "Kayaknya turun dikit paling hitungan 50 perak gitu loh. Kalau skema sekarang pengemudi cukup bagus. Saya sudah merasakan penghasilan cukup bagus," jelasnya. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait