Banyak Pemudik Belum Balik Jakarta, Arus Balik Diprediksi Terjadi Hingga H+10
Ilustrasi mudik menggunakan mobil pribadi | Ist/Lampungpro.com
Ilustrasi mudik menggunakan mobil pribad...

Banyak Pemudik Belum Balik Jakarta, Arus Balik Diprediksi Terjadi Hingga H+10

JAKARTA (Lampungpro.com): PT Astra Infra Tollroad memperkirakan arus balik masih akan terjadi hingga H+10 Lebaran atau 16 Juni 2019. Kendati sudah melewati puncak arus balik, lalu-lintas bakal tetap ramai karena dipicu pemudik yang memperpanjang masa liburan.

CEO Toll Road Business Astra Infra, Krist Ade Sudiyono mengatakan, dalam periode H-10 sampai dengan H+3 Lebaran, sekitar enam juta kendaraan melintas di lima ruas tol milik Astra Infra. Jumlah kendaraan yang melintas naik 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, pilihan pengguna jalan tol untuk menunda waktu keberangkatan pada arus balik terbilang bijaksana. Pilihan itu tidak hanya menguntungkan pemudik, tetapi juga memberikan ruang agar distribusi lalu lintas bisa merata. Kendati mengalami pertumbuhan, Krist mengakui tren lalu lintas belum mencerminkan angka riil sesuai dengan prediksi.

Oleh karena itu, Astra Infra meyakini arus kendaraan dari pemudik yang belum kembali ke Jakarta bakal tetap ramai. "Masih ada beberapa puluh ribu pemudik yang belum balik. Kemungkinan mereka memilih menambah periode liburannya untuk menghidari kemacetan di awal awal periode arus balik," ujar Krist.

Krist menilai, konektivitas jalan tol di koridor Trans Jawa yang sudah tersambung hingga Probolinggo menjadi penyebab utama kenaikan trafik. Dia menambahkan, tahun ini kondisi fisik jalan tol sudah tidak ditemukan hambatan seperti tahun lalu sehingga pemudik bisa memilih untuk tetap melaju di jalan tol.

Secara terpisah, PT Jasa Marga Tbk. mencatat jumlah kendaraan yang telah kembali ke Jakarta dalam periode 7—10 Juni 2019 mencapai 916.305 kendaraan. Jumlah ini setara 75 persen dari volume kendaraan yang keluar Jakarta pada arus mudik sebanyak 1,21 juta kendaraan. Walhasil, masih ada 25 persen atau sekitar 300.000 kendaraan yang belum kembali ke Jakarta.

Secara umum, kenaikan trafik lalu lintas di 5 ruas tol yang menjadi portofolio Astra Infra mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan ruas tol, Astra Infra mencatat kenaikan trafik tertinggi dicetak ruas Jombang—Mojokerto sebesar 93 persen. Kemudian disusul ruas Semarang—Solo sebesar 49 persen. Tren kenaikan juga terjadi di ruas Surabaya—Mojokerto (25 persen) dan Cikopo—Palimanan (6 persen).(**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait