Hentikan Perang Harga, Kemenhub Segera Hapus Diskon Tarif Ojek Online
Ilustrasi pengemudi ojek online Gojek dan Grab saat menunggu orderan | Ist/Lampungpro.com
Ilustrasi pengemudi ojek online Gojek da...

Hentikan Perang Harga, Kemenhub Segera Hapus Diskon Tarif Ojek Online

JAKARTA (Lampungpro.com): Kementerian Perhubungan (Kemnhub) dalam waktu dekat akan menyusun beleid yang intinya melarang adanya diskon atau potongan harga dalam tarif ojek online. Potongan harga itu disebut-sebut dapat membuat dua aplikator ojek online perang harga dan saling membunuh satu sama lain.

Diskon transportasi online yang dilarang terdiri atas diskon langsung maupun tidak langsung. Diskon langsung merupakan potongan yang diberikan oleh aplikator, sedangkan diskon tidak langsung diberikan melalui teknologi finansial yang mendukung operasional aplikator. "Tapi diskon yang langsung sekarang sudah relatif tidak ada, yang sekarang ini ada diskon yang tidak langsung yang diberikan oleh partner-partner ya," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Budi Karya menjelaskan, potongan harga itu hanya memberikan keuntungan sesaat, tetapi dalam jangka panjang dapat membunuh salah satu aplikator sehingga pemain yang tersisa tinggal satu saja. "Diskon ini kan memang memberikan suatu keuntungan sesaat, tapi for the long time itu saling membunuh. Itu yang kita ingin tidak terjadi," jelas dia.

Soal diskon tarif sebetulnya sudah pernah disuarakan oleh aplikator ojek online Go-Jek. Sejak tarif baru resmi diterapkan 1 Mei 2019, sejumlah aplikator ojek online, tak terkecuali Go-Jek, mengambil sejumlah langkah antisipasi agar tak kehilangan pelanggan.

Chief Corporate Affairs Go-Jek, Nila Marita, mengatakan, sejumlah program promo dan diskon dimaksudkan untuk menarik konsumen yang dalam beberapa hari terakhir diakui menurun akibat tarif yang tinggi. "Makanya kita buat berbagai program menarik," kata dia beberapa waktu lalu.

Namun begitu, Nila menilai pemberlakuan promo dan diskon ojek online itu tak bisa dilakukan dalam jangka waktu panjang. Sebab, akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan dalam hal ini mengeluarkan banyak subsidi.(**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait