(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Idap Radang Otak di Lampung Utara, Vanessa Angel Butuh Uluran Tangan
Vanessa Angel (8), bocah pengidap radang otak asal Lampung Utara yang tergeletak tak sadarkan diri di RSUD Ryacudu, Kamis (16/5/2019). | RIKI/Lampungpro.com
Vanessa Angel (8), bocah pengidap radang...

Idap Radang Otak di Lampung Utara, Vanessa Angel Butuh Uluran Tangan

LAMPUNG UTARA (Lampungpro.com): Vanessa Angel (8), bocah penderita radang otak (Meningitis) asal Desa Bedeng I, Kotabumi Udik, hingga saat ini masih dirawat di RSUD Ryacudu. Keluarga Vanessa berharap ada uluran tangan dari para dermawan atau pemerintah setempat.

Ayah Vanessa, Syahril mengatakan, dirinya sangat berharap anaknya bisa sembuh seperti sediakala. Hingga saat ini, Vanessa masih belum sadarkan diri, atau koma. "Tak sadarkan diri, tergolek lemah," kata Syahril di ruangan anaknya dirawat, di Ruang Anak Nomor 3/1 RSUD Ryacudu, Kamis (16/5/2019).

BACA JUGA: Vanessa Angel Idap Radang Otak, Tak Sadarkan Diri di Lampung Utara

Kepada Lampungpro.com, Syahril mengatakan, anaknya telah dirawat selama 11 hari, 5 hari di ruang ICU dan 6 hari di ruang anak. Pihaknya sangat berharap ada uluran tangan untuk membantu meringankan beban mereka. "Kami berharap ada bantuan pihak manapun untuk meringankan beban kami," kata dia.

Selain itu, Vanessa dirawat juga sebagai pasien umum lantaran tidak memiliku BPJS. Pihak rumah sakit juga telah menyarankan mengurus kartu keluarga tak mampu ke Dinas Sosial Lampung Utara, dengan harapan ada keringanan biaya pengobatan bagi anaknya. "Pihak rumah sakit akan bantu biaya perawatan, tapi kami juga berat biaya sehari-hari dan penebusan obat," ujar Syahril.

Dirinya juga mengaku bingung dengan kondisi biaya yang sudah menipis. Belum lagi Syahril harus memikirkan keluarga dan anak-anaknya di rumah. "Kami bingung harus bagaimana," keluh Syahril. (RIKI/PRO3)


Komentar