(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Indonesia Paling Banyak Akses Internet via Smartphone
Orang sedang tiduran dan memainkan smartphone. | Ist
Orang sedang tiduran dan memainkan smart...

Indonesia Paling Banyak Akses Internet via Smartphone

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan hasil survei penetrasi internet di Indonesia, di mana pengguna internet saat ini sebanyak 171,17 juta orang atau 64,8 persen dari populasi penduduk. Dari jumlah tersebut, rupanya pengguna internet di Indonesia paling banyak terhubung melalui smartphone setiap hari dengan persentase 93,9 persen.

Sementara, 17,2 persen pengguna mengaku terhubung dengan laptop tiap hari. Masifnya penggunaan smartphone rupanya membuat koneksi internet dengan laptop atau komputer dekstop jadi lebih rendah. Berdasarkan hasil survei, 68,9 persen responden mengaku tidak pernah terhubung lewat komputer desktop. Hanya 9,6 persen pengguna yang terhubung lewat komputer desktop.

Sekretaris Jenderal APJII, Henri Kasyfi Soemartono mengatakan, "pengguna yang terhubung dengan perangkat komputer kini sangat jarang sekali." Karena menggunakan smartphone, para pengguna internet lebih sering terhubung melalui paket kuota seluler. Sementara, tak terlalu banyak yang terhubung lewat koneksi fixed cable di rumah.

Survei APJII juga menyebut, rata-rata pengguna terhubung selama 3-4 jam ke koneksi internet. Pengguna lainnya menggunakan internet 2-3 jam sebanyak 13,4 persen. Kemudian, pengguna yang memakai internet selama 1-2 jam dalam sehari sebesar 13 persen.

Meski lebih sedikit persentasenya, ada responden yang mengaku pakai internet selama 4-5 jam (10,3 persen), 5-6 jam (8,4 persen), dan 6-7 jam sebesar 5 persen, bahkan ada pengguna yang memakai internet di atas 8 jam, namun jumlahnya lebih sedikit.

Internet rupanya tak hanya dimanfaatkan untuk hal-hal positif atau mencari pengetahuan. Buktinya, ada 49 persen responden yang pernah di-bully di internet. Ketika di-bully, mayoritas (31,6 persen) responden memilih untuk membiarkan saja. Namun ada juga yang balas mem-bully (7,9 persen) dan menghapus unggahan perundungan tersebut (5,2 persen).

"Internet juga belum bebas dari konten negatif. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei APJII yang menyebut, ketika sedang browsing 55,9 persen pengguna mengaku di perangkatnya muncul konten iklan porno," kata Henri memaparkan hasil survei. (***/PRO3)


Komentar