Lelah Mudik, Jangan Tidur dengan Mesin Mobil Menyala
Tidur di dalam mobil yang menyala. | Ist
Tidur di dalam mobil yang menyala. | Ist...

Lelah Mudik, Jangan Tidur dengan Mesin Mobil Menyala

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Mudik merupakan perjalanan yang menguras energi dan butuh konsentrasi tinggi, khususnya bagi para pengemudi. Jika kondisinya sudah lelah, maka disarankan untuk beristirahat sejenak, entah itu dua jam sekali maupun empat jam sekali.

Supaya aman, pilihlah tempat istirahat yang ramai seperti rest area atau SPBU. Dan jangan sekali-kali menepi di pinggir jalan raya atau jalan tol. Juga jangan tidur di dalam mobil dengan mesin yang menyala. Sebab, ada risiko tersendiri bagi yang istirahat dengan mesin mobil menyala dalam waktu lama.

"Pemudik yang pakai mobil pribadi harus tahu caranya berhenti. Karena banyak juga kejadian, berhenti di dalam mobil, tiduran, dan akhirnya 'lewat' (atau meninggal)," terang Head Product Improvement/ EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor Bambang Supriyadi.

Menurut Bambang tidur di dalam mobil yang berhenti dengan kondisi mesin yang hidup dan kabin yang tertutup rapat bisa menjadi bahaya tersendiri. "Sebab mesin mobil punya gas buang itu banyak, ada HC ada CO, ada HC2O misalnya. Nah gas CO itu yang paling bahaya karena dia racun kan, dia ngikat oksigen. Nah kalau dia berhenti, mesin nyala, dan tiduran di dalam, maka gas ini bisa masuk ke dalam kabin," ungkap Bambang.

"Kenapa bisa masuk? Karena antar bodi itu kan ada sambungan-sambungan ya. Antar sambungan ini kan nggak anti air nggak anti bocor gitu, nah jadi di antara celah bodi ini gas CO bisa masuk, sehingga ketika dia diam, gas akan naik, masuk ke dalam kabin," lanjutnya.

Kebanyakan pengguna mobil yang istirahat di tepi jalan, cenderung menutup jendela rapat-rapat, supaya kabin tetap dingin. Tapi justru itu yang bahaya, karena gas yang masuk ke dalam kabin tidak bisa keluar.

"Jadi kuncinya, sepanjang jendela nggak ditutup full itu gasnya bisa keluar tapi kalau kaca jendela ditutup full, gas itu bisa kehirup orang yang di dalam. Nah, terus kenapa kalau keadaan jalan gas buang CO itu nggak masuk? Karena kalau jalan kan anginnya dari depan ke belakang. Jadi gas buang nggak akan naik," pungkasnya. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait