Mudik 2019, H-10 Hingga H+10  Pekerjaan Tol Terbanggi-Palembang  Berhenti
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) atau Tol Lampung | Lampungpro.com
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) atau Tol...

Mudik 2019, H-10 Hingga H+10 Pekerjaan Tol Terbanggi-Palembang Berhenti

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Pekerjaan konstruksi Tol Trans Sumatera Tol Terbanggi Besar-Palembang akan dihentikan sementara. Penghentian pengerjaan akan dilakukan H-10 dan H+10 Lebaran. Hal ini dilakukan guna memperlancar beroperasinya Tol Terbanggi Besar-Palembang sepanjang 200 Km secara fungsional mulai 29 Mei 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Jalan Tol Terbanggi Besar hingga ke Palembang akan dibuka fungsional untuk mudik Lebaran 2019. Selain menggunakan Lintas Sumatera pemudik bisa menggunakan jalan tol dari Lampung menuju Palembang.

Transportasi itu tujuannya adalah agar safer, faster dan cheaper. Semua ini bisa dicapai paling tidak dengan tiga kondisi yaitu perbaikan kondisi prasarananya, manajemen lalu lintas dan perilaku penggunaan jalan," ujar Basuki saat meninjau Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang melalui keterangan tertulis, Selasa (14/5/2019).

Menteri Basuki mengatakan saat Lebaran pemudik sudah bisa menggunakan jalur tol Trans Sumatera. Saat ini jalan tol dari Bakauheni menuju Gerbang Tol Terbanggi Besar sepanjang 141 Km sudah beroperasi. Basuki mengatakan saaat peresmian Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada Maret 2019 lalu, ruas ini hingga ke Palembang terkendala belum selesainya Jembatan Kali Sodong.

"Saat ini sudah selesai, untuk itu akan difungsionalkan dari Terbanggi Besar ke Palembang dengan kondisi seluruhnya perkerasan beton/rigid pavement. Hanya tinggal rambu, lampu jalan dan Tempat Istirahat Sementara (TIS) yang perlu ditambahkan," kata Menteri Basuki.

Basuki menambahkan, saat difungsionalkan untuk mudik Lebaran 2019, Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang akan dibuka dua jalur baik dari arah Bakauheni maupun sebaliknya. Tetapi, untuk ruas Pematang Panggang-Kayu Agung baru bisa dibuka untuk satu jalur. Sementara, untuk arah sebaliknya masih satu jalur dua lane saja. "Kemudian langsung ke Jakabaring. Semua sudah bisa tersambung. Untuk pengaturan lalu lintasnya kami serahkan kepada Korlantas Polri," ujarnya.

Pembangunan Jalan tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 km) memakan biaya investasi sebesar Rp 21,95 triliun. Saat ini, untuk Terbanggi Besar - Pematang Panggang (112 Km) pengerjaannya mencapai 91,24% dan Pematang Panggang - Kayu Agung (77 Km) sudah 95%. Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, pembukaan Jalan Tol Fungsional akan dimulai bersamaan dengan jadwal operasi ketupat pada 29 Mei-9 Juni 2019.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan Direktorat Lalu Lintas, khusus untuk ruas fungsional tersebut akan dimanfaatkan pada siang hari saja dari pukul 06.00-18.00 WIB, mengingat rambu dan lampu penerangan yang belum lengkap. Namun kita tetap akan melihat bagaimana perkembangan animo masyarakat di lapangan," kata Refdi.

Adapun persediaan makanan di setiap TIS akan berada di KM 33, 87, 116, 163, 172, 208, 215, 234, dan 285. "Jalan tol ini sejajar dengan jalan nasional, jadi ini juga bisa kita kolaborasikan untuk memastikan ketersediaan makanan, BBM dan sebagainya lewat koordinasi dengan petugas di lapangan," ujarnya Budi. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait