Selama Sepekan, Presiden Jokowi Sibuk Cari Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi saat menerima telepon dari pejabat negara sahabat. | Ist
Presiden Jokowi saat menerima telepon da...

Selama Sepekan, Presiden Jokowi Sibuk Cari Ibu Kota Baru

JAKARTA (Lampungpro.com): Pekan ini menjadi waktu sibuk bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari tempat yang pas untuk ibu kota Indonesia yang baru. Pemerintah tampaknya tak main-main terkait rencana pemindahan ibu kota negara. Demikian disampaikan Presiden Jokowi di hadapan para kepala lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta.

Hal itu lantas ditegaskan lagi melalui akun Twitter pribadinya seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (7/5/2019). Pilihan akan diputuskan setelah melakukan konsultasi dengan pemangku terkait. "Yang dipilih kita putuskan setelah konsultasi dengan lembaga terkait," tulis Jokowi.

Jokowi mengutarakan ada tiga daerah yang sudah menyediakan lahan untuk Ibu Kota. Pertama lahan dengan luas 80.000 hektare, 120.000 hektare, hingga 300.000 hektare. Keseriusan itu ditunjukkan Jokowi dengan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Pulau Kalimantan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut keseriusan pemerintah dalam hal pemindahan ibu kota.


Selasa (7/5/2019) Kepala Negara beserta rombongan lepas landas ke Kalimantan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia - 1 pada pukul 09.00 WIB. Setibanya di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada pukul 11.55 WITA, Jokowi langsung menuju ke lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota tersebut. Jokowi beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Kalimantan Tengah.

Rencananya, Jokowi akan bermalam di Kota Palangkaraya, untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerja keesokan harinya, salah satunya yaitu meninjau lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota. Tempat pertama yang disambangi Jokowi adalah Bukit Soeharto di Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi memberikan gambaran perihal sikap Jokowi selepas mengunjungi kawasan tersebut. "Hasil peninjauan di lapangan Bapak Presiden (Joko Widodo) merasa puas," kata Hadi di VVIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan usai melakukan peninjauan di lapangan bersama Jokowi.

"Secara teknis menurut beliau, Kaltim menarik dapat dijadikan ibu kota negara. Sebab, adanya Bandara Internasional SAMS Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda. Juga, ada pelabuhan besar di Balikpapan. Fasilitas itu menjadi sarana pendukung bagi Kaltim dijadikan ibu kota Indonesia," lanjutnya.

Lalu lokasi selanjutnya yang ditinjau kepala negara kali ini disebut dengan kawasan segitiga, yang bertempat di antara Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. "Kalau dari sisi keluasan, di sini mungkin paling siap. Mau minta 300 ribu hektare ya siap di sini. Kalau kurang masih tambah lagi juga siap," jelas Jokowi saat berada di lokasi peninjauan.

Menurut Jokowi, keunggulan wilayah ini adalah lahan yang cukup luas sampai dengan keunggulan dari sisi kebencanaan. Namun, tidak bagi ketersediaan infrastruktur transportasi. Dalam menentukan lokasi ibu kota baru, ia mengatakan ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan terutama dari masalah sosiologi, lingkungan, kebencanaan, hingga yang berkaitan dengan sosial politik.

"Masalah konstruksi seperti apa, semuanya akan dicek, dilihat, dikalkulasi, dihitung oleh tim. Saya hanya melihat lapangannya, kemudian biar ada feeling gitu. Nah, nanti dalam memutuskan bisa tidak salah," katanya.

Jokowi mengatakan ketersediaan lahan di Kalimantan Tengah memang cukup besar. Hal itu seperti yang dikemukakan Gubernur Soegianto kepadanya. Namun, untuk kesekian kalinya mantan Gubernur DKI Jakarta itu memastikan bahwa provinsi ini belum tentu akan akan menjadi lokasi ibu kota baru. (***/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait