Beri Peringatan Tsunami, ini Penampakan Buoy Merah Putih di Gunung Anak Krakatau
alat deteksi tsunami atau Buoy Merah Putih di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) Lampung Selatan | Dok BPPT/Lampungpro.com
alat deteksi tsunami atau Buoy Merah Put...

Beri Peringatan Tsunami, ini Penampakan Buoy Merah Putih di Gunung Anak Krakatau

LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.com) : Tim teknis Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil memasang alat deteksi tsunami atau Buoy Merah Putih di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) Lampung Selatan. Pemasangan ini menggunakan armada Kapal Riset Baruna Jaya IV yang menempuh perjalanan serta proses pemasangan selama tiga hari, Buoy Merah Putih akhirnya berhasil dipasang ke lautan.

Ketua Tim Teknis Buoy Merah Putih BPPT, Alfi Rusdiansyah mengatakan, sinyal buoy yang berupa informasi data gelombang laut telah terkirim secara real-time ke Pusat Data Buoy Indonesia di BPPT. "Untuk data dari Buoy Tsunami tersebut sudah terkirim dengan baik ke PDBI BPPT di kantor pusat. Jika keadaan normal maka buoy akan mengirim data tiap satu jam sekali. Saat terjadi gejala tsunami maka buoy akan mengirim data tiap 15 detik," kata Alfi, dikutip dari situs BPPT, Senin (15/4/2019).

Alfi menjelaskan, untuk mencapai lokasi yang berada di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung memerlukan waktu 16 jam dari Pelabuhan Tanjung Priok. "Selama perjalanan, tim melakukan pengecekan elektronik dan mekanik. Sebelum pemasangan juga tim melakukan survei batimetri atau pemetaan dasar laut guna menentukan lokasi OBU (sensor pendeteksi tsunami) yang akan dipasang," jelas dia.

Menurut dia, bahwa tim teknis sempat mengalami kendala cuaca dan gelombang yang cukup tinggi. "Kesulitan kami sempat beberapa hari. Lokasi yang sempit juga cukup menyulitkan kapal untuk bermanuver, karena perairan di sekitar Anak Krakatau mengalami pendangkalan akibat longsoran pada bulan Desember tahun lalu," terang Alfi.

Sementara, Kepala BPPT Hammam Riza mengaku telah menerima permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memasang buoy sekitar Ambon, Maluku, dan Sulawesi Tenggara. Kedepannya, BPPT menargetkan tiga fase pembangunan buoy dan cable based tsunameter atau kabel bawah laut. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan data peringatan dini tsunami yang andal.(**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait