Artikel Pilihan Editor

BPN Kecewa Akun Medsos Pendukung Prabowo-Sandi Banyak Diretas
BPN Prabowo-Sandi kecewa lantaran banyak akun pendukung Prabowo-Sandi diretas | Ist/Lampungpro.com
BPN Prabowo-Sandi kecewa lantaran banyak...

BPN Kecewa Akun Medsos Pendukung Prabowo-Sandi Banyak Diretas

JAKARTA (Lampungpro.com) : Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengaku kecewa atas peretasan akun media sosial milik mantan Sekretaris BUMN, Said Didu. Sudirman lebih kecewa lantaran peretasan itu terjadi pada akun-akun yang merupakan pendukung capres dan cawapres 02, Prabowo-Sandi.

Beberapa akun media sosial diketahui memang diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti milik kader Partai Demokrat Ferdinand Hutapea, Imelda Sari. Kemudian kader PAN Faldo Maldini, kader Partai Gerindra, Johannes Prabowo, serta akun milik mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan.

"Apakah (peretasan) dialami rekan-rekan yang di paslon petahana? Saya tidak tahu. Kalau yang dia alami hanya kelompok 02 yang jadi penantang, maka memang kita melihat standar bernegara sedang dihancurkan oleh tangan-tangan tertentu," kata Sudirman, Minggu (14/4/2019).

Sudirman menegaskan, bahwa penantang dan petahana mempunyai hak yang sama dalam menyampaikan pendapat, serta perlindungan di depan hukum. Dia meminta pelaku peretasan bersikap kesatria dengan tidak menyerang lewat dunia maya. Sudirman juga menantang agar lebih baik berdiskusi apabila ada pertentangan dalam berargumentasi.

Menurut dia, apabila cara-cara kotor seperti peretasan itu terus dilakukan, maka akan merusak demokrasi dan menghancurkan nilai-nilai dalam berbangsa dan bernegara. Sudirman mengingat siapapun pelakunya pasti akan mendapatkan balasan baik maupun tidak langsung. "Siapapun yang berbohong, berkhianat, berlebihan membohongi masyarakat, itu akan berhadapan dengan publik," tegasnya.

Selain itu, Sudirman juga menyampaikan pesan agar penyelenggara negara, memberi kesan yang baik semasa jabatannya. "Wahai para penyelenggara negara, tinggalkan kenangan baik kebaikan bagi negara dan bangsa. Kalau tidak bisa jangan sampai dicatat sebagai perusak nilai-nilai sistem bernegara," kata dia.

Sementara pengusaha Erwin Aksa mengatakan, peretasan juga pernah terjadi pada Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya hal itu merusak tatanan demokrasi dan moral yang telah dibangun para leluhur bangsa. "Mari kita hentikan pekerjaan yang tidak baik ini," terang dia.(**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait