(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Industri Halal, Jokowi Fokuskan Wisata dan Produk Halal Indonesia
Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo saat di Debat Pilpres terakhir | Ist/Lampungpro.com
Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, J...

Industri Halal, Jokowi Fokuskan Wisata dan Produk Halal Indonesia

JAKARTA (Lampungpro.com) : Calon presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo mengatakan, pihaknya akan fokus pada industri halal di Indonesia. Industri tersebut yakni mencakup wisata halal dan produk-produk halal yang dihasilkan dari Indonesia.

"Mengenai wisata halal, kita sudah ditetapkan menjadi nomor satu di dunia. Inilah yang kita akan fokus dan konsentrasi. Termasuk produk halal," kata Jokowi dalam Debat Pilpres kelima, Sabtu (13/4/2019) malam.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah ditetapkan sebagai peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index 2019 yang dirilis oleh Crescent Rating dan Mastercard. Indonesia berhasil menyalip posisi Uni Emirat Arab dan Malaysia yang pada tahun lalu menduduki posisi kedua dan pertama.

Jokowi menjelaskan, Indonesia juga memiliki kekuatan besar dalam ekonomi dan keuangan syariah. Karena itu, fokus pada industri halal dan ekonomi syariah harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Sementara itu, calon wakil presiden nomor urut 01, Maruf Amin menambahkan, sejauh ini Indonesia telah menjadi negara yang sudah mampu menghasilkan produk-produk halal yang berorientasi ekspor. Standar halal yang yang dianut oleh Indonesia juga telah mengacu pada standar global. "Bahkan kita juga jadi acuan standar halal global," kata Ma’ruf.

Ia mengungkapkan, untuk lebih mendukung pengembangan industri halal, dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang kuat. Tujuannya, agar industri halal bisa lebih baik daripada saat ini. "Akan kami stimulus bukan hanya produk yang di dalam negeri tapi produk yang juga untuk di jual ke luar negeri," ungkap Ma’ruf. (**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait