Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Pemakaian Pupuk Organik
Dirut PG Rahmad Pribadi (tengah) memetik bawang hasil demplot pemupukan berimbang di Bengkulu. LAMPUNGPRO.COM/PG
Dirut PG Rahmad Pribadi (tengah) memetik...

Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Pemakaian Pupuk Organik

GRESIK (Lampungpro.com): PT Petrokimia Gresik (PG), produsen pupuk anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatan kualitas pupuk organik dan mendorong petani menggunakan pupuk organik dalam budidaya pertanian. Upaya itu menurut Manager Humas PG Muhammad Ihwan, untuk mendukung perbaharuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 70 Tahun 2011 menjadi Permentan No. 01 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah.

“Ini merupakan langkah strategis yang patut didukung bersama dalam peningkatan kualitas pupuk organik dan menggugah kembali kesadaran petani untuk meningkatkan pengunaan pupuk organik demi keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang,” ujar Ihwan di Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/3/2018).

Berdasarkan sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) 2013, diketahui bahwa 13,5% petani Indonesia yang menggunakan pupuk organik. Selebihnya masih bergantung pada pupuk anorganik. Terkait hal ini, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan, Muhrizal Sarwani, dalam keterangan pers beberapa waktu lalu, menyatakan penggunaan pupuk organik oleh petani terus meningkat.

Hal ini terlihat dari data serapan pupuk organik Petroganik yang terealisasi 700 ribu ton pertahun dalam tiga tahun terakhir (2016-2018). “Artinya, kesadaran petani mulai besar, namun masih perlu terus ditingkatkan,” ujar Ihwan.

Ihwan menyatakan pupuk organik Petroganik mendapat kepercayaan pemerintah sejak 2008 sebagai pupuk bersubsidi. Hal ini berkat proses produksi dan kualitas terjaga dan memenuhi standar pemerintah. Untukitu, terkait perbaharuan Permentan, Ihwan mennyebutkan PG siap menyesuaikan pupuk Petroganik dengan spek teknis terbaru yang ditetapkan pemerintah.

Pupuk organik Petroganik, lanjut Ihwan, dikembangkan sejak 2004, sebagai respon atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-organik di bawah 2%. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-organik sebesar 5%.

“Sedangkan Petroganik mengandung kadar C-organik 12,5%, sehingga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah, sehingga tanah menjadi sehat dan siap untuk diolah dalam budidaya pertanian,” ujar Ihwan.

Ihwanmenambahkan jika tanah sehat, penggunaan pupuk anorganik bisa lebih efisien. Penggunaan pupuk organik merupakan upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Untuk itulah, pihaknya sangat merekomendasikan pemupukan berimbang, yaitu kombinasi, antara penggunaan pupuk organik dan anorganik. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait