(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Akses Gerbang Tol Kotabaru di Jalan Ryacudu Bandar Lampung Banyak Lubang
Suasana di Jalan Ryacudu, Kamis (14/3/2019) pagi. Tampak di jalan banyak lubang yang membuat pengendara susah melintasi jalan. | FEBRI/Lampungpro.com
Suasana di Jalan Ryacudu, Kamis (14/3/20...

Akses Gerbang Tol Kotabaru di Jalan Ryacudu Bandar Lampung Banyak Lubang

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Jalur dua yang berada di Jalan Ryacudu Sukarame banyak terjadi kerusakan dan lubang yang cukup parah. Hal itu dinilai dapat membahayakan pengendara kendaraan bermotor yang melintas.

BACA JUGA: Setiap Akhir Pekan, Akses ke Pintu Tol Kotabaru Jadi Pasar

Kerusakan jalan tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak, pasalnya jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur utama terdekat yang digunakan masyarakat untuk masuk ke pintu tol Kotabaru.

Pantauan Lampungpro.com, Kamis (14/03/2019) pagi, lubang yang dalamnya bervariasi terbanyak dari arah Institut Teknologi Sumatera (Itera) menuju Kota Bandar Lampung dengan kerusakan paling parah berada di depan Rumah Makan Kamang. Sementara lajur dari Bandar Lampung menuju Kotabaru hanya lubang kecil dengan diameter 10-15 senti meter.

"Banyak terjadi kecelakaan disini terutama motor sering jatuh, lubang jalan ini sudah lama tidak diperbaiki jadi semakin lebar jalannya, padahal ini jalur akses ke tol Kota Baru," ucap Parman (40) warga Korpri kepada Lampungpro.com.

Hal senada juga diungkapkan Iyus (32) pedagang yang berada di dekat Rumah Makan Kamang mengungkapkan di jalur tersebut mencatat tiap 15 menit ada pengendara motor yang jatuh. "Sering banget motor jatuh disini, hampir tiap 15 menit pasti ada motor yang jatuh terpeleset karena menghindari lubang, kami harap segera diperbaiki oleh pusat karena kami dengar jalan sini sudah menjadi wewenang pemerintah pusat di Jakarta," kata Iyus sambil menunjuk ke arah lubang yang sering menimbulkan korban. (FEBRI/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait