Artikel Pilihan Editor

Kau akan Disalahkan karena tak Berbuat Salah untuk Menang

Bisikan iblis itu pun kemudian diterjemahkan dalam berbagai bentuk oleh para raja olah berwajah konsultan pada setiap kontestasi politik. Berbuat benar sebenar-benarnya adalah kesalahan besar dalam pemilihan.

Maka pembisik yang sering dikarikaturkan bersayap putih dan hitam menjelma menjadi dua jenis kampanye, white campaign dan black campaign. Jadi, dalam sebuah kontestasi berbuat salah dengan cara benar adalah kelaziman. Cara-cara salah pun sah-sah saja dalam politik, karena ini 'dunia kahe'.

Rekomendasinya adalah, berbuat salahlah dengan sopan dan sesekali dibungkus hoax, karena di akhir perhitungan suara nanti kau akan di-bully ramai-ramai karena tak berbuat salah untuk menang, ketika kau dinyatakan kalah. Ini adalah pertempuran, maka perang dibagi jadi perang udara, darat, dan laut.

Pada perang udara, tugasmu adalah memproduksi hoax sebanyak-banyaknya lalu kerahkan pasukan buzzer untuk menguliti lawan setelanjang-telanjangnya. Demikian juga pada perang darat dan udara. Ingatlah, bahwa peperangan selalu dimenangkan pasukan infanteri alias pasukan darat.

Maka, aturan tinggal aturan. Biarlah seribu lembaga bikin aturan, karena aturan itu ada untuk dilanggar. Sekalian 'test case' apakah aturan itu mempan atau sekedar 'ben ketok kerjo' sudah buat aturan.

Jadi kawan, teruslah memproduksi kebohongan dan kesalahan. Siapa tahu malaikat bosan mencatat amal perbuatanmu atau tertipu dengan ribuan hoax yang kau produsi. Atau, malaikat tak lagi bisa membedakan mana hoax mana yang tidak. Semoga malaikat bisa juga kau tipu....


Tabik puuunn....

 

Amiruddin Sormin
Wartawan Utama


Artikel Terkait