Artikel Pilihan Editor

Pendidikan Kepemimpinan UTI, Rektor Nasrullah Yusuf Berpesan Ini
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) saat menjadi pemateri di leadership education program. | Ist
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (...

Pendidikan Kepemimpinan UTI, Rektor Nasrullah Yusuf Berpesan Ini

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, mengatakan, Leadership Education Program atau Program Pendidikan Kepemimpinan yang dilaksanakan Universitas Teknokrat, diharapkan dapat menghasilkan calon-calon atau kader bangsa yang mencintai negaranya, bangsanya, agamanya, rakyat Indonesia, dan keluarganya.

BACA JUGA: Bekali Kepemimpinan Mahasiswa UTI Gelar Leadership Education

Pernyataan itu disampaikan oleh HM. Nasrullah Yusuf, saat membuka acara Leadership Education Program di Indoor Gelanggang Olahraga kampus Teknokrat, Senin (11/2/2019).

Pendidikan kepemimpinan dasar yang diikuti mahasiswa yang sudah terseleksi ini, berlangsung dari 11-15 Februari bertajuk 'Pendidikan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Menyongsong Generasi Emas 2045'.

Rektor Teknokrat Nasrullah Yusuf lebih lanjut mengatakan, pendidikan kepemimpinan dasar bagi mahasiswa diberikan berdasarkan referensi, kurikulum pendidikan bukan dari sumber yang sembarangan.

Dengan pendidikan ini, diharapkan dapat menghasilkan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan bisa berpikir seorang pemimpin yang akademis, bukan pemimpin yang suka adu domba, pemimpin yang provokatif. “Inti tujuan pendidikan leadership ini mendidikan anak bangsa yang berpendidikan dan religius bukan memprovokasi,” ujar Rektor.

“Jadilah mahasiswa yang berprestasi. Karena itu, dalam kegiatan ini saya langsung yang turun, termasuk menyeleksi mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan kepemimpinan,” tambah Nasrullah Yusuf.

Menurut Nasrullah, mahasiswa harus punya bekal untuk menghadapi masa depan. Bekal yang dimiliki tidak cukup hamya ilmu pengetahuan tapi juga knowledge karakater, terampil dan berakhlak mulia.

“Mahasiswa kritis bukan hanya demo turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi, tapi mahasiswa yang bisa menyampaikan aspirasi secara kritis dengan cara yang ilegan dan bijaksana,” kata Nasrullah.

Ia mengatakan Kegiatan leadership tidak hanya pelatihan. Tapi dirubah menjadi pendidikan. Kalau pendidikan lebih luas sehingga sasaran yang diharapkan dapat dicapai. Karena filosofis pendidikan merubah katakter. Dari yang malas menjadi rajin, dari yang tidak disiplin menjadi disiplin dari tata bahasa yang kurang santun menjadi yang santun.

“Kita ingin menjadi pemimpin yang ilegan dan mempunyai karakter. Pemimpin yang bisa menjadi panutan. Pemimpin yang kreatif dan inovatif. Selain itu, pemimpin yang kita harapkan pemimpin yang bisa memberi contoh. Leadership by example (pemimpin yang memberi contoh),” tandas Nasrullah.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia juga berharap kegiatan ini lebih memotivasi para mahasiswa. Pendidikan kepemimpinan diharapkan bisa melahirkan cikal bakal pimpinan yang bisa menjadi solusi dan memecahkan masalah bangsa. Sekaligus punya kesan positif di masyarakat. Di mulai dari solusi yang kecil di kampus dan organisasi. (RLS/PRO3)


Komentar

Artikel Terkait