Artikel Pilihan Editor

Lengan Diamputasi, Kanker Gerogoti Tubuh Pemuda Asal Tanggamus ini
Kapolsek Pugung Tanggamus Iptu Mirga Nurjuanda (kedua kanan) saat menjenguk Iwan, Senin (11/2/2019). LAMPUNGPRO.COM
Kapolsek Pugung Tanggamus Iptu Mirga Nur...

Lengan Diamputasi, Kanker Gerogoti Tubuh Pemuda Asal Tanggamus ini

TANGGAMUS (Lampungpro.com): Kapolsek Pugung Tanggamus Iptu Mirga Nurjuanda, menyambangi Iwan Prayudi (28), penderita Kanker di Dusun Merabung Pekon Tiuh Memon Kecamatan Pugung Tanggamus, Senin (11/2/2019). Iwan Prayudi (28) kehilangan lengan kirinya akibat amputasi.

Kini ditambah lagi menderita tumor di dada kiri yang membuatnya sesak nafas bahkan menderita paru-paru. Sehingga untuk merebahkan badan saja, Iwan tidak sanggup dan hanya bisa duduk bahkan buang air kecil menggunakan pembalut. Kedatangan Kapolsek disambut dua keluarga Iwan yakni kakak kandung yang selama ini mengurusnya, Darto (50) dan Parijal (40).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek memberikanbantuan berupa bahan pokok guna mengurangi beban keluarga. "Kedatangan kami, selain sebagai sambang silaturahmi kepada warga yang sedang sakit," kata Kapolsek Iptu Mirga Nurjuanda di hadapan keluarga Iwan Prayudi.

Menurut Kapolsek, dia mengetahui warga sakit tersebut setelah mendapatkan laporan Bhabinkamtibmas Pekon Tiuh Memon. "Dua hari lalu juga Bhayangkari Tanggamus dan Pugung menyambangi Iwan, kali ini kami hadir langsung guna mengetahui kondisi kesehatan Iwan terkini," kata Mirga.

Menurut Darto awal kejadian hingga tangan adiknya diamputasi. Bahkan, sekarang menderita tumor di dada kiri serta adiknya menderita penyakit paru-paru sehingga setiap hari dibutuhkan dua tabung oksigen guna membantu pernafasan adiknya.

Untuk itu, Darto dan keluarga harus mengeluarkan uang Rp200 ribu untuk pembelian dua tabung oksigen dan kebutuhan lain. "Kejadiannya 2016, adik saya pernah terjatuh saat bekerja sehingga lengan kirinya patah ketika kerja di Jakarta sebagai kuli bangunan," kata Darto.

Setelah agak sembuh, Iwan kembali bekerja di Jakarta. Di telapak tangannya terdapat kutil, Iwan membuangnya menggunakan pisau cutter dan dari situlah musibah mulai muncul.

"Mungkin adik saya malu ada kutil ditangannya, dia iris kutil tersebut pakai cutter dan lama-lama tangannya bengkak sampai korengan, sehingga Iwan pulang dan dirawat di rumah. Tidak berselang lama tangan adik saya kemudian membengkak hingga ke jari hingga diputuskan pada Juni 2018 tangannya diamputasi," terangnya.

Pasca amputasi tersebut, penderitaan Iwan belum selesai. Setelah kemoterapi tepatnya Desember 2018, muncul tumor di dada kiri dan dari situ Iwan mulai merasakan sesak nafas. "Setelah muncul tumor di dada kiri, kemudian dirawat di RSU Abdul Moeloek, Iwan juga dibantu oksigen pernafasan. Namun karena kondisi fisiknya belum stabil, tumornya belum dapat di operasi, kemudian dirawat di rumah," kata dia.

Darto menjelaskan, Iwan dirawat di rumah selama 12 hari sepulang dari Rumah Sakit Abdul Moeloek. Menurutnya, Iwan sendiri memiliki BPJS Mandiri sehingga cukup membantu keluarga dalam perawatan. Namun setelah dirawat di rumah, perawatan Iwan membutuhkan dua tabung setiap hari yakni satu tabung untuk siang dan satu malam.

Darto mengaku, ada beberapa bantuan dari kelompok kepemudaan yakni Muli Mekhanai Pubian, Karang Taruna Tiuh Memon dan Tanjung Yakin, STKIP Pringsewu, ibu-ibu Bhayangkari, Ibu Riri dan teman-temannya dari Banjar Agung, serta Kapolsek Pugung. "Itu seingat saya, kalau ada yang belum disebutkan mungkin saya lupa," ucapnya.

Darto berharap kepada Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten Tanggamus dapat membantu meringankan beban adiknya tersebut. "Mohon bantuan juga kepada pemerintah dapat membantu adik saya Iwan, harapan kami Iwan dapat sembuh seperti sediakala," pungkasnya. Bila masyarakat ingin membantu dapat menghubungi nomor kontak keluarga Iwan Prayuda, yakni Darto di 082114350640. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait