Artikel Pilihan Editor

Kargo Pesawat Naik, JNE Ikut Naikkan Tiga Tarif Pengiriman Barang
Ilustrasi paket kiriman | Net/Lampungpro.com
Ilustrasi paket kiriman | Net/Lampungpro...

Kargo Pesawat Naik, JNE Ikut Naikkan Tiga Tarif Pengiriman Barang

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Imbas naiknya harga kargo pesawat, sejak 15 Januari 2019, JNE resmi menaikkan tarif pengiriman untuk layanan Regular, OKE dan YES ke seluruh tujuan dalam negeri. Besaran kenaikan tarif bergantung pada tujuan pengiriman dan jenis layanan dengan kenaikan rata-rata sebesar 20 persen. "Langkah ini harus dilakukan karena biaya operasional turut meningkat seiring kenaikan biaya kargo udara rata-rata 70 persen," ujar M. Feriadi, Presiden Direktur JNE.

Menurutnya, selama ini JNE telah berupaya tidak menaikkan tarif layanan. Mereka memberlakukan kenaikan tarif terakhir pada tahun 2015 sebesar 10-15 persen. Sebelumnya kenaikan ongkos kirim juga terjadi pada 2008 sebesar 17 persen dan pada 2013 sebesar 10-15 persen. Artinya, kenaikan ongkos kirim di tahun 2019 kali ini menjadi yang paling besar dibanding kenaikan tarif sebelumnya.

Langkah penyesuaian yang dilakukan JNE telah disepakati Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) melalui surat No. 122/ DPP.ASPER/XI/2018. Maka dari itu, tak hanya JNE, sebanyak 200 perusahaan ekspedisi sejenis yang tergabung dalam Asperindo juga akan menyusul kebijakan serupa pada Januari 2019 ini.

Sementara, Kepala JNE Cabang Lampung Lutfi Pahlevy menjelaskan, kenaikan tarif pengiriman barang menggunakan pesawat kargo naik lebih dari 100 persen. Dengan pengiriman Lampung-Jakarta menggunakan maskapai Sriwjaya Air seharga Rp2.300 per kilogram menjadi Rp6.000. "Ini sangat memberatkan dan merugikan pengusaha ekspedisi karena biaya kami jadi tinggi. Ini juga dampaknya dirasakan pengusaha online yang penjualannya banyak keluar kota dan pengirimannya menggunakan jasa ekspedisi," kata dia.(**/PRO4)


Komentar

Artikel Terkait